Korban Invasi Israel di Gaza, 2.016 Rakyat Palestina Tewas
Senin, 18 Agustus 2014 - 16:15 WIB
Korban Invasi Israel di Gaza, 2.016 Rakyat Palestina Tewas
A
A
A
GAZA - Jumlah warga Palestina di Jalur Gaza yang tewas akibat invasi Israel ternyata lebih dari 2 ribu jiwa. Departemen Kesehatan Palestina pada Senin (18/8/2014) mencatat, sebanyak 2.016 rakyat Palestina tewas, dan 10.196 lainnya terluka.
Di antara korban tewas, 541 di antaranya anak-anak. Kemudian sebanyak 250 orang perempuan, serta 95 orang tercatat sebagai pria lanjut usia.
Dalam pernyataan, Departemen Kesehatan Palestina menyatakan, data awal memang menyebut 1.980 warga Palestina tewas. Namun, jumlah itu ternyata bertambah menjadi 2.016 karena ada tambahan korban dari rumah sakit di Gaza, Yerusalem dan Kairo.
Selain itu, tim medis juga menemukan jenazah para korban yang tertimbun reruntuhan bangunan di Shejaiya, Gaza timur, di mana para korban terkubur selama lebih dari tiga minggu.
Sedangkan dari pihak Israel tidak berubah. Di mana korban tewas masih 64 orang, yang sebagian besar didominasi tentara.
Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengancam Israel di saat perpanjangan gencatan senjata selama lima hari telah kritis atau akan berakhir.
”Israel tidak akan menikmati rasa aman sampai orang-orang kami (terbebas) dan pengepungan benar-benar dicabut,” ancam Zuhri, sebagaimana dikutip kantor berita Ma’an, Senin (18/8/2014). “Israel harus siap atas konsekuensi dari kegagalan untuk kesepakatan (damai),” lanjut dia.
Di antara korban tewas, 541 di antaranya anak-anak. Kemudian sebanyak 250 orang perempuan, serta 95 orang tercatat sebagai pria lanjut usia.
Dalam pernyataan, Departemen Kesehatan Palestina menyatakan, data awal memang menyebut 1.980 warga Palestina tewas. Namun, jumlah itu ternyata bertambah menjadi 2.016 karena ada tambahan korban dari rumah sakit di Gaza, Yerusalem dan Kairo.
Selain itu, tim medis juga menemukan jenazah para korban yang tertimbun reruntuhan bangunan di Shejaiya, Gaza timur, di mana para korban terkubur selama lebih dari tiga minggu.
Sedangkan dari pihak Israel tidak berubah. Di mana korban tewas masih 64 orang, yang sebagian besar didominasi tentara.
Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengancam Israel di saat perpanjangan gencatan senjata selama lima hari telah kritis atau akan berakhir.
”Israel tidak akan menikmati rasa aman sampai orang-orang kami (terbebas) dan pengepungan benar-benar dicabut,” ancam Zuhri, sebagaimana dikutip kantor berita Ma’an, Senin (18/8/2014). “Israel harus siap atas konsekuensi dari kegagalan untuk kesepakatan (damai),” lanjut dia.
(mas)