Gencatan Senjata Mendekati Akhir, Ketegangan Meningkat
Jum'at, 08 Agustus 2014 - 10:56 WIB
Gencatan Senjata Mendekati Akhir, Ketegangan Meningkat
A
A
A
GAZA - Gencatan senjata antara Hamas dan Israel selama 72 jam mendekati detik-detik akhir. Ketegangan mulai kembali terlihat diantara dua kubu, dan diprediksi pertempuran akan kembali pecah di Gaza.
Melansir Channel News Asia, Jumat (8/8/2014), negoisasi antara delegasi Palestina dan Israel di Kairo hingga detik ini belum membuahkan hasil apapun. Israel yang mengajukan perpanjangan gencatan senjata mendapat penolakan dari pihak Palestina.
"Delegasi Israel mengusulkan memperpanjang gencatan senjata sementara dan terus menolak sejumlah permintaan Palestina. Jika Israel terus melakukan hal ini, kita tidak akan menyetujui perpanjangan gencatan senjata,” ungkap salah seorang delegasi Palestina di Kairo.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam sendiri mengaku sudah mulai kembali menyiagakan pasukanya, mengingat kemungkinan gagalnya negoisasi gencatan senjata di Kairo. Seorang juru bicara al-Qassam menyatakan, bila negoisasi gagal mereka akan segera meminta delegasi Palestina di Kairo untuk pulang.
“Jika ada kesepakatan maka gencatan senjata akan diperpanjang, namun jika tidak ada maka kami akan segera menarik delegasi kami (Palestina) dari Mesir,” ungkap juru bicara al-Qassam dengan nama samaran Abu Obeida.
Palestina tetap teguh dengan syarat yang mereka ajukan, yaitu penghentian blokade di Gaza dari semua sisi. Syarat tersebut selalu mendapat penolakan dari Israel, walaupun dunia internasional terus mendesak Israel untuk menghentikan blokade.
Melansir Channel News Asia, Jumat (8/8/2014), negoisasi antara delegasi Palestina dan Israel di Kairo hingga detik ini belum membuahkan hasil apapun. Israel yang mengajukan perpanjangan gencatan senjata mendapat penolakan dari pihak Palestina.
"Delegasi Israel mengusulkan memperpanjang gencatan senjata sementara dan terus menolak sejumlah permintaan Palestina. Jika Israel terus melakukan hal ini, kita tidak akan menyetujui perpanjangan gencatan senjata,” ungkap salah seorang delegasi Palestina di Kairo.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam sendiri mengaku sudah mulai kembali menyiagakan pasukanya, mengingat kemungkinan gagalnya negoisasi gencatan senjata di Kairo. Seorang juru bicara al-Qassam menyatakan, bila negoisasi gagal mereka akan segera meminta delegasi Palestina di Kairo untuk pulang.
“Jika ada kesepakatan maka gencatan senjata akan diperpanjang, namun jika tidak ada maka kami akan segera menarik delegasi kami (Palestina) dari Mesir,” ungkap juru bicara al-Qassam dengan nama samaran Abu Obeida.
Palestina tetap teguh dengan syarat yang mereka ajukan, yaitu penghentian blokade di Gaza dari semua sisi. Syarat tersebut selalu mendapat penolakan dari Israel, walaupun dunia internasional terus mendesak Israel untuk menghentikan blokade.
(esn)