Hamas Tak Pernah Gunakan Manusia Sebagai Tameng
Senin, 04 Agustus 2014 - 19:17 WIB
Hamas Tak Pernah Gunakan Manusia Sebagai Tameng
A
A
A
DOHA - Salah seorang petinggi Hamas yang saat ini tinggal di Qatar, Khaled Meshaal (58), membantah tuduhan Israel. Negara Zionis itu selalu menuduh Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng mereka.
Melansir CNN, Senin (4/8/2014), Meshal menegaskan, Hamas tidak pernah menggunakan warga sipil sebagai tameng mereka. Dirinya bahkan mempertanyakan strategi Israel yang terus membomdardir seluruh wilayah Gaza.
“Tidak di setiap tempat dimana pasukan Israel menembakan roket mereka terdapat pasukan Hamas,” ucap Meshal. Menurut dirinya, jumlah pasukan Hamas tidak sebesar itu, jadi sangatlah tidak mungkin pasukan Hamas ada di setiap sudut Gaza.
“Pasukan Hamas mengorbankan diri mereka sendiri ketika melawan Israel dan tidak pernah menggunakan warga sipil di Gaza sebagai tameng mereka. Para pejuang Hamas, layaknya seperti tentara pada umumnya, yaitu bertugas menjaga warga sipil, dan tidak mengorbankan warga sipil untuk kepentingan mereka,” tegas Meshal.
Dirinya mengakui kekuatan senjata yang dimiliki Hamas tidaklah sebesar dan sekuat yang dimiliki oleh Israel. Sama seperti Presiden Palestina, Mahmud Abbas, dirinya menyatakan kekuatan mental yang dimiliki pasukan Hamas jauh lebih kuat dari yang dimiliki oleh pasukan Israel.
Pemimpin Hamas itu menegaskan, bahwa Hamas akan selalu mendukung upaya gencatan senjata yang bertujuan untuk perdamaian kedua pihak. Namun, dirinya tetap berpegang teguh pada syarat yang sudah disampaikan sebelumnya yaitu Israel harus mengakhri blokade di Gaza bila ingin gencatan senjata terlaksana.
Melansir CNN, Senin (4/8/2014), Meshal menegaskan, Hamas tidak pernah menggunakan warga sipil sebagai tameng mereka. Dirinya bahkan mempertanyakan strategi Israel yang terus membomdardir seluruh wilayah Gaza.
“Tidak di setiap tempat dimana pasukan Israel menembakan roket mereka terdapat pasukan Hamas,” ucap Meshal. Menurut dirinya, jumlah pasukan Hamas tidak sebesar itu, jadi sangatlah tidak mungkin pasukan Hamas ada di setiap sudut Gaza.
“Pasukan Hamas mengorbankan diri mereka sendiri ketika melawan Israel dan tidak pernah menggunakan warga sipil di Gaza sebagai tameng mereka. Para pejuang Hamas, layaknya seperti tentara pada umumnya, yaitu bertugas menjaga warga sipil, dan tidak mengorbankan warga sipil untuk kepentingan mereka,” tegas Meshal.
Dirinya mengakui kekuatan senjata yang dimiliki Hamas tidaklah sebesar dan sekuat yang dimiliki oleh Israel. Sama seperti Presiden Palestina, Mahmud Abbas, dirinya menyatakan kekuatan mental yang dimiliki pasukan Hamas jauh lebih kuat dari yang dimiliki oleh pasukan Israel.
Pemimpin Hamas itu menegaskan, bahwa Hamas akan selalu mendukung upaya gencatan senjata yang bertujuan untuk perdamaian kedua pihak. Namun, dirinya tetap berpegang teguh pada syarat yang sudah disampaikan sebelumnya yaitu Israel harus mengakhri blokade di Gaza bila ingin gencatan senjata terlaksana.
(esn)