Korban Invasi Israel Tembus 307 Jiwa, AS Mulai Gusar
Sabtu, 19 Juli 2014 - 10:23 WIB
Korban Invasi Israel Tembus 307 Jiwa, AS Mulai Gusar
A
A
A
GAZA - Korban tewas invasi Israel di Jalur Gaza selama lebih dari sepekan sudah mencapai 307 jiwa, dan 2.260 terluka. Amerika Serikat (AS) kini mulai gusar dan memperingatkan sekutunya itu, bahwa invasi berisiko memakan korban jiwa lebih banyak lagi.
Data yang dirilis pejabat Gaza, dari total 307 warga Palestina di Jalur Gaza yang tewas, kebanyakan warga sipil. Di mana lebih dari 50 di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Invasi Israel di Jalur Gaza sudah dimulai sejak 8 Juli 2014.
Bahkan selama perang darat sejak Kamis lalu, serangan militer Israel telah menewaskan 65 warga Palestina. Setidaknya 15 di antaranya berusia di bawah 18 tahun. (Baca: Perang Darat, Tank, Jet dan Kapal Perang Israel Gempur Gaza)
Militer Israel mengatakan, sebanyak 17 orang bersenjata Palestina tewas. Sedangkan 13 lainnya menyerah dan dibawa untuk diinterogasi setelah infanteri dan tank menggempur Jalur Gaza. Selain itu, militer Israel dalam invasi terbaru sudah menyerang 150 target, termasuk 21 peluncur roket tersembunyi dan empat terowongan.
Presiden AS, Barack Obama, telah memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa AS khawatir risiko jatuhnya korban warga sipil di Gaza akan lebih banyak. ”Kami berharap bahwa Israel akan terus mendekati proses ini dengan cara yang meminimalkan korban sipil,” kata Obama, seperti dikutip Reuters, Sabtu (19/7/2014).
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah pada hari ini untuk mengupayakan diakhirnya permusuhan Hamas dan Israel.
Semalam, pasukan Israel menemabakkan rudal yang mengeluarkan cahaya oranye di atas wilayah pantai Gaza, yang kemudian terdengar ledakan. (Baca juga: Tank-tank Israel Kepung Gaza, Hamas Tak Gentar)
”Kami memilih untuk memulai operasi ini setelah kami kehabisan pilihan lain dan mencapai kesimpulan bahwa tanpa itu kita bisa membayar harga yang lebih tinggi,” kata Netanyahu menjelaskan alasan menginvasi Gaza karena Hamas menolak gencatan senjata.
”Tujuan utama (invasi) adalah untuk memulihkan ketenangan (warga Israel),” imbuh dia. ”Instruksi saya kepada tentara Israel, dengan persetujuan kabinet keamanan, adalah untuk mempersiapkan kemungkinan pelebaran, pelebaran signifikan dari operasi darat.”
Data yang dirilis pejabat Gaza, dari total 307 warga Palestina di Jalur Gaza yang tewas, kebanyakan warga sipil. Di mana lebih dari 50 di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Invasi Israel di Jalur Gaza sudah dimulai sejak 8 Juli 2014.
Bahkan selama perang darat sejak Kamis lalu, serangan militer Israel telah menewaskan 65 warga Palestina. Setidaknya 15 di antaranya berusia di bawah 18 tahun. (Baca: Perang Darat, Tank, Jet dan Kapal Perang Israel Gempur Gaza)
Militer Israel mengatakan, sebanyak 17 orang bersenjata Palestina tewas. Sedangkan 13 lainnya menyerah dan dibawa untuk diinterogasi setelah infanteri dan tank menggempur Jalur Gaza. Selain itu, militer Israel dalam invasi terbaru sudah menyerang 150 target, termasuk 21 peluncur roket tersembunyi dan empat terowongan.
Presiden AS, Barack Obama, telah memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa AS khawatir risiko jatuhnya korban warga sipil di Gaza akan lebih banyak. ”Kami berharap bahwa Israel akan terus mendekati proses ini dengan cara yang meminimalkan korban sipil,” kata Obama, seperti dikutip Reuters, Sabtu (19/7/2014).
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah pada hari ini untuk mengupayakan diakhirnya permusuhan Hamas dan Israel.
Semalam, pasukan Israel menemabakkan rudal yang mengeluarkan cahaya oranye di atas wilayah pantai Gaza, yang kemudian terdengar ledakan. (Baca juga: Tank-tank Israel Kepung Gaza, Hamas Tak Gentar)
”Kami memilih untuk memulai operasi ini setelah kami kehabisan pilihan lain dan mencapai kesimpulan bahwa tanpa itu kita bisa membayar harga yang lebih tinggi,” kata Netanyahu menjelaskan alasan menginvasi Gaza karena Hamas menolak gencatan senjata.
”Tujuan utama (invasi) adalah untuk memulihkan ketenangan (warga Israel),” imbuh dia. ”Instruksi saya kepada tentara Israel, dengan persetujuan kabinet keamanan, adalah untuk mempersiapkan kemungkinan pelebaran, pelebaran signifikan dari operasi darat.”
(mas)