Israel Peringatkan Ada Perang, Ribuan Rakyat Gaza Ngungsi
Senin, 14 Juli 2014 - 15:30 WIB
Israel Peringatkan Ada Perang, Ribuan Rakyat Gaza Ngungsi
A
A
A
GAZA - Ribuan warga Palestina di wilayah Gaza utara telah melarikan diri menyusul peringataan akan diluncurkannya perang lanjutan oleh Israel terhadap militan Hamas. Invasi Israel hingga hari ketujuh, Senin (14/7/2014) telah menewaskan 172 dan melukai 1.230 warga lainnya.
Badan Pengungsi PBB (UNRWA) mencatat, sekitar 17 ribu orang di Gaza telah mengungsi. Israel telah resmi meluncurkan perang darat pada Minggu kemarin, dan bersiap untuk melanjutkan perang darat tersebut.
Para pejabat di Gaza mengatakan dari sejumlah korban tewas, yang paling memilukan adalah adanya 18 anggota dari satu keluarga tewas bersamaann dalam invasi militer Israel pada Sabtu malam lalu. (Baca: Sepekan Dibombardir Israel, 172 Rakyat Gaza Tewas dan 1.230 Luka)
Namun, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Peter Lerner, membantah jumlah korban di Jalur Gaza sebanyak itu. Dia menyebut, keterangan yang beredar tidak objektif.
Sebaliknya, Lerner kepada BBC, Senin (14/7/2014), mengatakan, bahwa Israel telah membatalkan serangan karena takut membunuh warga sipil. “Israel menargetkan militan Hamas dan situs teror, termasuk rumah-rumah yang jadi operasional (militan Hamas),” katanya.
Kendati diklaim serangan ditujukan terhadap militan di Jalur Gaza, namun PBB memperkirakan bahwa 77 persen dari korban tewas adalah warga sipil.
Dewan Keamanan PBB juga telah menyerukan gencatan senjata dan perundingan damai, namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengabaikan seruan itu dan tetap akan melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza.
Badan Pengungsi PBB (UNRWA) mencatat, sekitar 17 ribu orang di Gaza telah mengungsi. Israel telah resmi meluncurkan perang darat pada Minggu kemarin, dan bersiap untuk melanjutkan perang darat tersebut.
Para pejabat di Gaza mengatakan dari sejumlah korban tewas, yang paling memilukan adalah adanya 18 anggota dari satu keluarga tewas bersamaann dalam invasi militer Israel pada Sabtu malam lalu. (Baca: Sepekan Dibombardir Israel, 172 Rakyat Gaza Tewas dan 1.230 Luka)
Namun, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Peter Lerner, membantah jumlah korban di Jalur Gaza sebanyak itu. Dia menyebut, keterangan yang beredar tidak objektif.
Sebaliknya, Lerner kepada BBC, Senin (14/7/2014), mengatakan, bahwa Israel telah membatalkan serangan karena takut membunuh warga sipil. “Israel menargetkan militan Hamas dan situs teror, termasuk rumah-rumah yang jadi operasional (militan Hamas),” katanya.
Kendati diklaim serangan ditujukan terhadap militan di Jalur Gaza, namun PBB memperkirakan bahwa 77 persen dari korban tewas adalah warga sipil.
Dewan Keamanan PBB juga telah menyerukan gencatan senjata dan perundingan damai, namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengabaikan seruan itu dan tetap akan melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza.
(mas)