Invasi Israel Tak Berhenti, Sudah 88 Warga Palestina Tewas
Jum'at, 11 Juli 2014 - 08:31 WIB
Invasi Israel Tak Berhenti, Sudah 88 Warga Palestina Tewas
A
A
A
GAZA - Invasi militer Israel di Jalur Gaza sejak Selasa lalu belum berhenti hingga Jumat (11/7/2014). Sejauh ini sudah warga Palestina di Jalur Gaza yang tewas sudah mencapai 88 jiwa.
Demikian disampaikan para pejabat Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, dari 88 korban tewas itu, yang paling menyedihkan adalah tewasnya delapan anggota keluarga sekaligus, termasuk di antaranya lima anak-anak.
Delapan anggota keluarga itu tewas sekaligus saat sejumlah pesawat jet tempur Israel membombardir sejumlah rumah di Khan Younis, selatan Gaza.
Kantor berita Al Jazeera melaporkan, kedua kubu yakni militer Israel dan militan di Jalur Gaza masih saling serang. Namun, dampaknya tidak seimbang. Sebab, kematian lebih banyak dialami pihak Gaza, Palestina.
Dari pihak Israel sendiri belum ada laporan korban jiwa, selain laporan dua orang luka-luka. Petugas medis di Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas, mengatakan dari 88 korban tewas itu 60 di antaranya warga sipil. Gadis berusia empat tahun, dan bocah laki-laki berusia lima tahun ikut meregang nyawa akibat invasi Israel kemarin,
Sementara itu, militer Israel (IDF) mengkonfirmasi invasi besar-besaran itu.”Operasi (militer sedang berlangsung), IDF telah menyerang sejumlah rumah di seluruh Gaza yang sedang digunakan untuk tujuan militer. Rumah-rumah ini dapat digunakan untuk penyimpanan senjata, komando, dan pusat kendali atau komunikasi,” bunyi pernyataan IDF.
Baku tembak roket militan Hamas dan militer Israel telah memicu reaksi keras dari para pemimpin di seluruh dunia. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengutuk serangan roket para militan Gaza. Ki-moon juga mendesak Israel untuk menahan diri.
Demikian disampaikan para pejabat Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, dari 88 korban tewas itu, yang paling menyedihkan adalah tewasnya delapan anggota keluarga sekaligus, termasuk di antaranya lima anak-anak.
Delapan anggota keluarga itu tewas sekaligus saat sejumlah pesawat jet tempur Israel membombardir sejumlah rumah di Khan Younis, selatan Gaza.
Kantor berita Al Jazeera melaporkan, kedua kubu yakni militer Israel dan militan di Jalur Gaza masih saling serang. Namun, dampaknya tidak seimbang. Sebab, kematian lebih banyak dialami pihak Gaza, Palestina.
Dari pihak Israel sendiri belum ada laporan korban jiwa, selain laporan dua orang luka-luka. Petugas medis di Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas, mengatakan dari 88 korban tewas itu 60 di antaranya warga sipil. Gadis berusia empat tahun, dan bocah laki-laki berusia lima tahun ikut meregang nyawa akibat invasi Israel kemarin,
Sementara itu, militer Israel (IDF) mengkonfirmasi invasi besar-besaran itu.”Operasi (militer sedang berlangsung), IDF telah menyerang sejumlah rumah di seluruh Gaza yang sedang digunakan untuk tujuan militer. Rumah-rumah ini dapat digunakan untuk penyimpanan senjata, komando, dan pusat kendali atau komunikasi,” bunyi pernyataan IDF.
Baku tembak roket militan Hamas dan militer Israel telah memicu reaksi keras dari para pemimpin di seluruh dunia. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengutuk serangan roket para militan Gaza. Ki-moon juga mendesak Israel untuk menahan diri.
(mas)