Aparat Irak Temukan 53 Mayat Korban Eksekusi Tembak
Kamis, 10 Juli 2014 - 17:11 WIB
Aparat Irak Temukan 53 Mayat Korban Eksekusi Tembak
A
A
A
BAGHDAD - Pasukan keamanan Irak menemukan 53 mayat dengan kondisi mata ditutup, tangan diborgol dan ada bekas eksekusi tembak di kepala dan dada.
Puluhan mayat itu ditemukan Rabu kemarin, di saat kelompok politik Syiah dan Kurdi saling tuduh atas kekacauan di Irak.Para pejabat mengatakan puluhan mayat itu ditemukan di sebuah desa yang dihuni mayoritas warga Muslim Syiah di Khamissiya, sebelah selatan Baghdad.
”Lima puluh tiga mayat tak dikenal ditemukan. Semua dari mereka ditutup matanya dan diborgol,” kata Sadeq Madloul, gubernur wilayah setempat, kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Kamis (10/7/2014).
Menurutnya, para korban diduga dibunuh Selasa malam, setelah dibawa dengan mobil di dekat jalan raya. Identitas dan afiliasi sektarian para korban belum diketahui.
Pembunuhan massal dengan jumlah puluhan orang telah menjadi kejadian biasa di Irak, setelah pembunuhan nyaris terjadi setiap hari mulai tahun 2006.
Belum lama ini, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga melakukan pembantaian massal di beberapa wilayah di Irak utara. Temuan Human Right Watch menyebut korban ratusan jiwa. Namun, ISIS mengklaim membunuh ribuan pasukan Irak.
Perang sektarian di Irak pecah sejak invasi Amerika Serikat tahun 2003 berhasil menggulingkan rezim Saddam Hussein. Sebuah laporan juga menyebut, para loyalis Saddam Hussein yang masih hidup kini ikut memperkuat ISIS.
Puluhan mayat itu ditemukan Rabu kemarin, di saat kelompok politik Syiah dan Kurdi saling tuduh atas kekacauan di Irak.Para pejabat mengatakan puluhan mayat itu ditemukan di sebuah desa yang dihuni mayoritas warga Muslim Syiah di Khamissiya, sebelah selatan Baghdad.
”Lima puluh tiga mayat tak dikenal ditemukan. Semua dari mereka ditutup matanya dan diborgol,” kata Sadeq Madloul, gubernur wilayah setempat, kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Kamis (10/7/2014).
Menurutnya, para korban diduga dibunuh Selasa malam, setelah dibawa dengan mobil di dekat jalan raya. Identitas dan afiliasi sektarian para korban belum diketahui.
Pembunuhan massal dengan jumlah puluhan orang telah menjadi kejadian biasa di Irak, setelah pembunuhan nyaris terjadi setiap hari mulai tahun 2006.
Belum lama ini, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga melakukan pembantaian massal di beberapa wilayah di Irak utara. Temuan Human Right Watch menyebut korban ratusan jiwa. Namun, ISIS mengklaim membunuh ribuan pasukan Irak.
Perang sektarian di Irak pecah sejak invasi Amerika Serikat tahun 2003 berhasil menggulingkan rezim Saddam Hussein. Sebuah laporan juga menyebut, para loyalis Saddam Hussein yang masih hidup kini ikut memperkuat ISIS.
(mas)