Digempur Israel, Bayi dan Nenek 80 Tahun di Gaza Juga Tewas
Kamis, 10 Juli 2014 - 12:17 WIB
Digempur Israel, Bayi dan Nenek 80 Tahun di Gaza Juga Tewas
A
A
A
GAZA - Invasi Israel di Jalur Gaza, Palestina, tidak pandang bulu. Dari total 72 warga Gaza yang tewas selama invasi Israel dalam tiga hari terakhir ini, seorang bayi dan nenek tua ikut menjadi korban.
Rabu petang kemarin, tentara pertahanan Israel (IDF) mengakui sudah membombardir 60 situs peluncur roket, 31 terowongan dan 11 rumah pemimpin Hamas. IDF tidak mengungkap data korban jiwa akibat invasi itu.
Namun, Departemen Kesehatan Palestina mengatakan, dari total puluhan korban tewas, ada delapan wanita dan 11 anak-anak. Termasuk di dalamnya, seorang bayi berusia 18 bulan dan seorang nenek berusia 80 tahun yang ikut tewas dalam invasi militer Israel.
Sumber keamanan Palestina mengatakan, militer Israel sengaja menargetkan rumah-rumah warga Gaza yang dicurigai penghuniya menjalin hubungan dengan kelompok Hamas. Laman CNN pada Kamis (10/7/2014) melaporkan pengemudi mobil untuk kantor berita di Gaza juga tewas dihantam rudal Israel.
Israel menyalahkan Hamas dalam konflik yang pecah di Jalur Gaza sejak 2012. Namun, pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, mengatakan Israel telah memanipulasi informasi dengan mengkambinghitamkan Hamas.
”Seolah-olah kita (Hamas) mulai membuat masalah di Gaza,” katanya. ”Seolah-olah roket ditembakkan dari Gaza sehingga musuh Zionis terpaksa menanggapinya. Ini tidak benar,” bantah Meshaal.
Rabu petang kemarin, tentara pertahanan Israel (IDF) mengakui sudah membombardir 60 situs peluncur roket, 31 terowongan dan 11 rumah pemimpin Hamas. IDF tidak mengungkap data korban jiwa akibat invasi itu.
Namun, Departemen Kesehatan Palestina mengatakan, dari total puluhan korban tewas, ada delapan wanita dan 11 anak-anak. Termasuk di dalamnya, seorang bayi berusia 18 bulan dan seorang nenek berusia 80 tahun yang ikut tewas dalam invasi militer Israel.
Sumber keamanan Palestina mengatakan, militer Israel sengaja menargetkan rumah-rumah warga Gaza yang dicurigai penghuniya menjalin hubungan dengan kelompok Hamas. Laman CNN pada Kamis (10/7/2014) melaporkan pengemudi mobil untuk kantor berita di Gaza juga tewas dihantam rudal Israel.
Israel menyalahkan Hamas dalam konflik yang pecah di Jalur Gaza sejak 2012. Namun, pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, mengatakan Israel telah memanipulasi informasi dengan mengkambinghitamkan Hamas.
”Seolah-olah kita (Hamas) mulai membuat masalah di Gaza,” katanya. ”Seolah-olah roket ditembakkan dari Gaza sehingga musuh Zionis terpaksa menanggapinya. Ini tidak benar,” bantah Meshaal.
(mas)