Ditentang AS, Iran Justru Butuh 190 Ribu Sentrifugal Nuklir
Selasa, 08 Juli 2014 - 14:02 WIB
Ditentang AS, Iran Justru Butuh 190 Ribu Sentrifugal Nuklir
A
A
A
TEHERAN - Iran membutuhkan 190 ribu sentrifugal nuklir di masa depan. Sedangkan Amerika Serikat (AS) ingin mengurangi jumlahnya hingga 10 ribu sentrifugal.
Demikian pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Selasa (8/7/2014). ”Tujuan mereka adalah kita menerima kapasitas 10 ribu sentrifugal dari jenis yang lebih tua, yang sudah kita miliki,” kata Khamenei di website-nya, mengacu pada fasilitas yang digunakan dalam pengayaan uranium.
”Petugas kami mengatakan kita perlu 190.000 sentrifugal. Mungkin tidak hari ini, tetapi dalam dua sampai lima tahun, itu jadi kebutuhan mutlak di negara kami,” ujar Khamenei, seperti dilansir Itar-Tass. (Baca: Khamenei: AS dan Israel Sandiwara untuk Tekan Iran)
AS ingin memangkas jumlah sentrifugal nuklir Iran, karena khawatir Teheran akan melanggar aturan nuklir dunia, yang pada akhirnya Iran akan mampu membuat sejata nuklir.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, tidak setuju dengan tuntutan Washington. Menurutnya, setiap negara berhak untuk melakukan pengayaan uranium.
Pengayaan uranium adalah proses sensitif dalam pembicaraan nuklir Teheran antara Iran dan enam negara kekuatan dunia di Wina, Austria. Pengayaan uranium itu akan menghasilkan daya baru yang luar biasa dan berpotensi dijadikan inti dari bom atom.
Demikian pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Selasa (8/7/2014). ”Tujuan mereka adalah kita menerima kapasitas 10 ribu sentrifugal dari jenis yang lebih tua, yang sudah kita miliki,” kata Khamenei di website-nya, mengacu pada fasilitas yang digunakan dalam pengayaan uranium.
”Petugas kami mengatakan kita perlu 190.000 sentrifugal. Mungkin tidak hari ini, tetapi dalam dua sampai lima tahun, itu jadi kebutuhan mutlak di negara kami,” ujar Khamenei, seperti dilansir Itar-Tass. (Baca: Khamenei: AS dan Israel Sandiwara untuk Tekan Iran)
AS ingin memangkas jumlah sentrifugal nuklir Iran, karena khawatir Teheran akan melanggar aturan nuklir dunia, yang pada akhirnya Iran akan mampu membuat sejata nuklir.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, tidak setuju dengan tuntutan Washington. Menurutnya, setiap negara berhak untuk melakukan pengayaan uranium.
Pengayaan uranium adalah proses sensitif dalam pembicaraan nuklir Teheran antara Iran dan enam negara kekuatan dunia di Wina, Austria. Pengayaan uranium itu akan menghasilkan daya baru yang luar biasa dan berpotensi dijadikan inti dari bom atom.
(mas)