Tegang di Laut Hitam, Rusia dan NATO Saling Mata-matai

Selasa, 08 Juli 2014 - 09:30 WIB
Tegang di Laut Hitam,...
Tegang di Laut Hitam, Rusia dan NATO Saling Mata-matai
A A A
MOSKOW - Kapal perang Rusia dan kapala perang NATO saling memantau saat kedua kubu saling beramanuver di Laut Hitam. Ketegangan di Laut Hitam meningkat sejak kapal perang Vella Gulf milik Amerika Serikat ikut bergabung dalam manuver NATO.

Seorang sumber diplomatik militer Rusia mengatakan, bahwa Angkatan Laut Rusia terus memantau manuver kapal-kapa perang Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Laut Hitam.

Sebagian besar komandan Angkatan Laut Rusia yang tergabung dalam Armada Laut Hitam Rusia telah memerintahkan militer Angkatan Laut Rusia melakukan manuver besar-besaran di wilayah Laut Hitam yang luas. (Baca: Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam, Diledek Rusia)

“Armada Rusia telah diperintahkan untuk memantau semua gerakan dan kegiatan gugus tugas Angkatan Laut NATO,” tulis kantor berita Itar-Tass, mengutip sumber diplomatik itu, semalam (7/7/2014).

Tindakan yang sama juga dilakukan kubu NATO. Kapal mata-mata Prancis, Dupuy de Lome, terus melakukan pengawasan elektronik di dekat pantai Kaukasus Utara Rusia. Kapal mata-mata itu menggantikan tugas kapal siluman Prancis, Surcouf, yang sedang dalam misi serupa di dekat semenanjung Crimea.

Tidak hanya kapal Prancis yang memata-matai Rusia. Kapal pengintai Italia, Elttra, juga melakukan tugas serupa untuk misi NATO. Kapal Italia itu sudah beberapa hari mangkal di kawasan non-regional.

Dalam latihan perang besar-besaran di Laut Hitam, Rusia mengerahkan 20 kapal perang, lebih dari 20 pesawat dan helikopter, serta artileri dengan para marinirnya. Manuver Rusia diluncurkan sebagai tandingan manuver NATO yang sudah berlangsung sejak 4 Juli 2014 di Laut Hitam.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
10 menit yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
1 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
2 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
3 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
4 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved