Beda Pandangan soal Gaza, Pemerintah Israel Terpecah
Senin, 07 Juli 2014 - 20:24 WIB
Beda Pandangan soal Gaza, Pemerintah Israel Terpecah
A
A
A
YARUSALEM - Pemerintahan Israel dikabarkan mulai goyah. Hal ini disebabkan pecahnya koaliasi antara partai Yisrael Beitenu dengan partai Likud. Kedua belah memliki pandangan yang bertolak belakang mengenai Gaza.
Melansir Channel News Asia, Senin (7/7/2014), partai Yisrael Beitenu adalah partai di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman. Sedangkan partai Likud bawah kepemimpinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Bukan rahasia lagi, ada perbedaan pendapat mendasar yang tidak lagi memungkinkan kita untuk bekerja bersama-sama. Jadi, kami telah menyarankan kepada komite Knesset, bahwa kita akan berpisah," ungkap Lieberman.
Keputusan itu akhirnya diumumkan setelah perselisihan sengit yang cukup lama antara Lieberman dan Netanyahu. Sudah menjadi rahasia umum, keduanya selalu berselisih mengenai posisi Israel di Jalur Gaza.
Pemimpin partai nasionalis sayap kanan Israel tersebut terus meminta kepada Netanyahu agar segera melakukan pendudukan penuh atas Gaza, yang selalu ditolak oleh Netanyahu. menurut Liberman, apa yang dilakukan Israel saat ini hanya memberi kesempatan kepada Hamas untuk memperkuat diri.
Melansir Channel News Asia, Senin (7/7/2014), partai Yisrael Beitenu adalah partai di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman. Sedangkan partai Likud bawah kepemimpinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Bukan rahasia lagi, ada perbedaan pendapat mendasar yang tidak lagi memungkinkan kita untuk bekerja bersama-sama. Jadi, kami telah menyarankan kepada komite Knesset, bahwa kita akan berpisah," ungkap Lieberman.
Keputusan itu akhirnya diumumkan setelah perselisihan sengit yang cukup lama antara Lieberman dan Netanyahu. Sudah menjadi rahasia umum, keduanya selalu berselisih mengenai posisi Israel di Jalur Gaza.
Pemimpin partai nasionalis sayap kanan Israel tersebut terus meminta kepada Netanyahu agar segera melakukan pendudukan penuh atas Gaza, yang selalu ditolak oleh Netanyahu. menurut Liberman, apa yang dilakukan Israel saat ini hanya memberi kesempatan kepada Hamas untuk memperkuat diri.
(esn)