Tiru Teror 9/11, ISIS Dicurigai akan Bajak dan Ledakkan Pesawat
Rabu, 02 Juli 2014 - 13:55 WIB
Tiru Teror 9/11, ISIS Dicurigai akan Bajak dan Ledakkan Pesawat
A
A
A
BAGHDAD - Para intelijen negara-negara Barat curiga para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana membajak pesawat komersial untuk diledakkan. Para intelijen itu sudah lama curiga, bahwa ISIS akan meniru gaya teror al-Qaeda saat membajak pesawat dan menabrakannya ke gedung WTC pada 11 September 2001.
Serangan al-Qaeda ke gedung WTC, Amerika Serikat yang dikenal sebagai teror 9/11 itu memakan korban jiwa ribuan orang. Para intelijen yang diwawancarai Mirror, dengan syarat anonim itu, khawatir jika Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS yang baru saja dibaiat anggotanya sebagai khalifah Islam sedunia itu menyiapkan serangan ala teror 9/11.
Namun, intelijen itu ragu jika pesawat komersial Amerika Serikat yang dijadikan target. Mereka curiga pesawat komersial yang jadi target ISIS adalah maskapai Yordania, karena dianggap sebagai boneka Barat.
Petugas keamanan di seluruh dunia Arab kini telah meningkatkan kewaspadaan. Sebab, mereka juga percaya al-Baghdadi telah memerintahkan aggotanya untuk merencanakan teror besar.
“Sebuah percakapan bahwa ISIS tertarik untuk memperluas wilayahnya di luar Irak dan Suriah sudah muncul. Bukan rahasia lagi target berikutnya adalah Yordania. Jika itu terjadi, itu akan mendapatkan perhatian dari pemerintah Barat,” kata salah seorang pejabat intelijen Barat itu, dalam wawancara yang dilansir semalam (1/7/2014).
Rencana serangan terhadap pesawat yang paling memungkinkan adalah dengan menyelundupkan sebuah perangkat peledak yang dibawa oleh seorang pembom bunuh diri. Namun, para intelijen juga khawatir ISIS juga akan meluncurkan serangan rudal.
Al-Baghdadi telah mengganti nama kelompoknya dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjadi Negara Islam yang diklaim sebagai khilafah. Oleh anak buahnya, dia dibaiat menjadi khalifah Islam sedunia. Sejak dibaiat, al-Bagdadi menyerukan umat Muslim untuk migrasi ke Irak dan bergabung dengan Negara Islam bentukannya.
“Saudara-saudara Anda di seluruh dunia sedang menunggu untuk diselamatkan,” ujarnya, dalam rekaman audio yang dikutip Reuters, Rabu (2/7/2014). ”Menakut-nakuti musuh-musuh Tuhan dan mencari kematian di tempat di mana Anda berharap untuk menemukan itu,” lanjut dia.
Serangan al-Qaeda ke gedung WTC, Amerika Serikat yang dikenal sebagai teror 9/11 itu memakan korban jiwa ribuan orang. Para intelijen yang diwawancarai Mirror, dengan syarat anonim itu, khawatir jika Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS yang baru saja dibaiat anggotanya sebagai khalifah Islam sedunia itu menyiapkan serangan ala teror 9/11.
Namun, intelijen itu ragu jika pesawat komersial Amerika Serikat yang dijadikan target. Mereka curiga pesawat komersial yang jadi target ISIS adalah maskapai Yordania, karena dianggap sebagai boneka Barat.
Petugas keamanan di seluruh dunia Arab kini telah meningkatkan kewaspadaan. Sebab, mereka juga percaya al-Baghdadi telah memerintahkan aggotanya untuk merencanakan teror besar.
“Sebuah percakapan bahwa ISIS tertarik untuk memperluas wilayahnya di luar Irak dan Suriah sudah muncul. Bukan rahasia lagi target berikutnya adalah Yordania. Jika itu terjadi, itu akan mendapatkan perhatian dari pemerintah Barat,” kata salah seorang pejabat intelijen Barat itu, dalam wawancara yang dilansir semalam (1/7/2014).
Rencana serangan terhadap pesawat yang paling memungkinkan adalah dengan menyelundupkan sebuah perangkat peledak yang dibawa oleh seorang pembom bunuh diri. Namun, para intelijen juga khawatir ISIS juga akan meluncurkan serangan rudal.
Al-Baghdadi telah mengganti nama kelompoknya dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjadi Negara Islam yang diklaim sebagai khilafah. Oleh anak buahnya, dia dibaiat menjadi khalifah Islam sedunia. Sejak dibaiat, al-Bagdadi menyerukan umat Muslim untuk migrasi ke Irak dan bergabung dengan Negara Islam bentukannya.
“Saudara-saudara Anda di seluruh dunia sedang menunggu untuk diselamatkan,” ujarnya, dalam rekaman audio yang dikutip Reuters, Rabu (2/7/2014). ”Menakut-nakuti musuh-musuh Tuhan dan mencari kematian di tempat di mana Anda berharap untuk menemukan itu,” lanjut dia.
(mas)