Dihujani Rudal, Rakyat Ukraina Timur Tantang Presiden Datang
Rabu, 02 Juli 2014 - 09:43 WIB
Dihujani Rudal, Rakyat Ukraina Timur Tantang Presiden Datang
A
A
A
SLAVYANSK - Pasukan Ukraina dengan artileri mengumbar tembakan di berbagai wilayah di Ukraina timur dalam operasi militer besar-besaran. Selain itu, peswat jet pembom juga ikut dikerahkan untuk menumpas separatis pro-Rusia di Ukraina timur.
Aksi militer yang diinstruksikan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko itu mengakibatkan penderitaan rakyat sipil di wilayah Ukraina timur. Banyak rumah warga sipil dihujani rudal dan tembakan artileri yang memicu kemarahan rakyat. (Baca: Ukraina Nyatakan Perang Lagi dengan Separatis Pro-Rusia)
Rakyat sipil di wilayah itu pun menantang Presiden Poroshenko datang langsung untuk melihat penderitaan mereka. ”Tidak ada hambatan di sini, tidak ada. Siapa mereka menembaki di sini? Lihat apa yang dilakukan tentara Ukraina,” kesal seorang warga Slavyansk, sambil menunjukkan dampak serangan rudal.
”Jika pemerintah ini membutuhkan kita, biarkan mereka datang. Presiden (Poroshenko) biar melihat betapa senangnya dia melihat cucunya lahir. Kami sangat senang dengannya. Biarkan dia datang dan melihat bagaimana orang-orang menangis karena cucu mereka dibawa ke rumah sakit Donetsk dengan luka serius,” keluh warga Slavyansk lainnya kepada Russia Today, yang dilansir semalam (1/7/2014).
Di dekat desa Snezhnoye, milisi lokal pro-Rusia mengklaim bahwa mereka menembak jatuh pesawat jet pembom Ukraina. Namun, klaim itu ditepis Andrey Lysenko, Ketua Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina. ”Semua perangkat keras militer dalam kondisi yang baik dan menjalankan tugas tempurnya,” katanya. (Baca juga: Perang Dimulai, Ukraina Timur Hujan Mortir)
Di lokasi lainnya, di deka Desa Karlovka, tank-tank tempur Ukraina bermunculan. Sedangkan di wilayah Donetsk, sebuah kerta api dilaporkan dibom.
Insiden itu mengulang kejadian sebelumnya, di mana kereta api yang membawa penumpang dari Rusia dibom berkali-kali. Hingga kini belum ada laproan terkait jumlah korban jiwa dan luka dalam oprasi militer Ukraina ini.
Aksi militer yang diinstruksikan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko itu mengakibatkan penderitaan rakyat sipil di wilayah Ukraina timur. Banyak rumah warga sipil dihujani rudal dan tembakan artileri yang memicu kemarahan rakyat. (Baca: Ukraina Nyatakan Perang Lagi dengan Separatis Pro-Rusia)
Rakyat sipil di wilayah itu pun menantang Presiden Poroshenko datang langsung untuk melihat penderitaan mereka. ”Tidak ada hambatan di sini, tidak ada. Siapa mereka menembaki di sini? Lihat apa yang dilakukan tentara Ukraina,” kesal seorang warga Slavyansk, sambil menunjukkan dampak serangan rudal.
”Jika pemerintah ini membutuhkan kita, biarkan mereka datang. Presiden (Poroshenko) biar melihat betapa senangnya dia melihat cucunya lahir. Kami sangat senang dengannya. Biarkan dia datang dan melihat bagaimana orang-orang menangis karena cucu mereka dibawa ke rumah sakit Donetsk dengan luka serius,” keluh warga Slavyansk lainnya kepada Russia Today, yang dilansir semalam (1/7/2014).
Di dekat desa Snezhnoye, milisi lokal pro-Rusia mengklaim bahwa mereka menembak jatuh pesawat jet pembom Ukraina. Namun, klaim itu ditepis Andrey Lysenko, Ketua Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina. ”Semua perangkat keras militer dalam kondisi yang baik dan menjalankan tugas tempurnya,” katanya. (Baca juga: Perang Dimulai, Ukraina Timur Hujan Mortir)
Di lokasi lainnya, di deka Desa Karlovka, tank-tank tempur Ukraina bermunculan. Sedangkan di wilayah Donetsk, sebuah kerta api dilaporkan dibom.
Insiden itu mengulang kejadian sebelumnya, di mana kereta api yang membawa penumpang dari Rusia dibom berkali-kali. Hingga kini belum ada laproan terkait jumlah korban jiwa dan luka dalam oprasi militer Ukraina ini.
(mas)