AS Waswas Jadi Target Utama Serangan ISIS
Selasa, 01 Juli 2014 - 12:26 WIB
AS Waswas Jadi Target Utama Serangan ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Kelompok negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akan menjadikan Amerika Serikat dan dan berbagai kepentingannya sebagai target utama teror atau serangan ISIS. Demikian keterangan para pejabat intelijen AS.
”Ketika mencoba untuk membandingkan ancaman dengan periode sebelumnya, itu sangat berbahaya,” keta pejabat kontraterorisme AS.”Ancaman yang keluar dari ISIS sangat tinggi. Mereka komitmen untuk menyerang Barat,” lanjut pejabat itu, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada NBC News, Selasa (1/7/2014).
Pejabat senior kontraterorisme AS lainnya menjabarkan persiapan ISIS dalam beberapa pekan terakhir yang patut diwaspadai. ”ISIS telah mengumpulkan puluhan juta kekayaan, sejumlah besar peralatan militer dan persenjataan, dan telah memperluas tempat yang aman di mana mereka beroperasi,” ujarnya.
Namun, kedua pejabat AS itu memprediksi, ISIS masih disibukkan untuk membangun negara Islam di Irak dan Suriah setelah memproklamirkan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah Islam sedunia. Sehingga serangan terhadap AS dalam waktu dekat mungkin belum akan terjadi.
“Ini bukan fokusnya (menyerang AS) sekarang,” imbuh pejabat itu.”Retorika al-Baghdadi sendirian akan menunjukkan bahwa ia memang memiliki ambisi internasional.”
Peter King, Anggota Komite Keamanan Dalam Negeri Parlemen AS, mengatakan, ancaman langsung terhadap AS belum terasa. Namun, ancaman teror global ISIS baik di Timur Tengah maupun di Afrika harus diwaspadai.
Pejabat intelijen AS mengatakan, sekitar 70 warga AS telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk berjuang bersama penentang rezim Bashar al-Assad dan sekitar selusin masih aktif, sedangkan sisanya telah pulang ke AS.
Pihak FBI kepada NBC News, mengaku sedang menyelidiki segelintir orang yang telah melakukan perjalanan ke Suriah. Mereka yang diselidiki, salah satunya dari wilayah Minneapolis.
Tidak hanya AS yang waspada. Inggris pun juga khawatir dengan ancaman teror ISIS. Sebab,sekitar 400 sampai 500 warga Inggris telah pergi ke Suriah dan dua per tiga dari mereka sudah pulang ke Inggris.
”Ketika mencoba untuk membandingkan ancaman dengan periode sebelumnya, itu sangat berbahaya,” keta pejabat kontraterorisme AS.”Ancaman yang keluar dari ISIS sangat tinggi. Mereka komitmen untuk menyerang Barat,” lanjut pejabat itu, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada NBC News, Selasa (1/7/2014).
Pejabat senior kontraterorisme AS lainnya menjabarkan persiapan ISIS dalam beberapa pekan terakhir yang patut diwaspadai. ”ISIS telah mengumpulkan puluhan juta kekayaan, sejumlah besar peralatan militer dan persenjataan, dan telah memperluas tempat yang aman di mana mereka beroperasi,” ujarnya.
Namun, kedua pejabat AS itu memprediksi, ISIS masih disibukkan untuk membangun negara Islam di Irak dan Suriah setelah memproklamirkan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah Islam sedunia. Sehingga serangan terhadap AS dalam waktu dekat mungkin belum akan terjadi.
“Ini bukan fokusnya (menyerang AS) sekarang,” imbuh pejabat itu.”Retorika al-Baghdadi sendirian akan menunjukkan bahwa ia memang memiliki ambisi internasional.”
Peter King, Anggota Komite Keamanan Dalam Negeri Parlemen AS, mengatakan, ancaman langsung terhadap AS belum terasa. Namun, ancaman teror global ISIS baik di Timur Tengah maupun di Afrika harus diwaspadai.
Pejabat intelijen AS mengatakan, sekitar 70 warga AS telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk berjuang bersama penentang rezim Bashar al-Assad dan sekitar selusin masih aktif, sedangkan sisanya telah pulang ke AS.
Pihak FBI kepada NBC News, mengaku sedang menyelidiki segelintir orang yang telah melakukan perjalanan ke Suriah. Mereka yang diselidiki, salah satunya dari wilayah Minneapolis.
Tidak hanya AS yang waspada. Inggris pun juga khawatir dengan ancaman teror ISIS. Sebab,sekitar 400 sampai 500 warga Inggris telah pergi ke Suriah dan dua per tiga dari mereka sudah pulang ke Inggris.
(mas)