Putri Jerman Mabuk, Lucuti Pakaian dan Hujat Islam

Sabtu, 28 Juni 2014 - 14:39 WIB
Putri Jerman Mabuk,...
Putri Jerman Mabuk, Lucuti Pakaian dan Hujat Islam
A A A
BERLIN - Putri kerajaan atau kekaisaran Jerman menjadi sorotan utama media-media di Eropa. Musababnya, Putri Theodora Sayn Wittgenstein, 27, mabuk, menanggalkan pakain dan berkoar-koar akan membunuh para warga Muslim.

Insiden itu terjadi dalam sebuah pesta baru-baru ini di Skotlandia. Putri Theodora akhirnya didenda sekitar USD1.700 atau sekitar Rp20 juta. Dia dikenai tuduhan menganggu ketenangan dan melakukan penghujatan agama. Selain itu, dia juga dikenai tuduhan penyerangan.

Kisahnya, seperti dikutip Sky News, Jumat (27/6/2014), sang putri menghadiri sebuah pesta Oktoberfest di perguruan tinggi bergengsi St Andrews, di Skotlandia. Di kampus itu, dia pernah menjadi mahasiswi.

Dalam kondisi mabuk, ia mencoba memanjat pagar dan mulai melepas pakaiannya. Staf acara pesta berhasil membawanya ke tenda pertolongan pertama. Namun, dia menghujat kepada salah seorang pekerja bernama Farah Hussein.” Yang saya lakukan (dengan) kuku saya pagi ini, dan saya tanya berapa banyak umat Islam yang bisa saya bunuh,” teriak dia.

Putri Theodora dengan kata-kata kasar kemudian menyerang pekerja medis lain dan seorang penjaga keamanan. Salah satu dari mereka nyaris ditendang pantatnya.

Ketika polisi tiba, pihak Kerajaan Jerman bertindak cepat dengan mengekang kakinya untuk dinaikkan mobil dan dibawa ke kantor polisi setempat.

Selama sidang, Jaksa Trina Sinclair mengatakan kepada pengadilan, bahwa Farah Hussein berusaha membantu mengenakan kembali pakaian putri yang dalam kondisi telanjang. Namun, yang dia terima adalah hujatan anti-Islam. Farah Hussein juga didorong hingga menangis.

”Terdakwa berdiri di atas kursi dan mulai berteriak-teriak tentang hak asasi manusia,” kata Sinclair. Saat disidang, sang putri berusaha menghindari kamera dengan berlindung di tubuh ayahnya, Pangeran Ludwig.

Pengacara Putri Theodora, Douglas Williams, mengatakan kliennya mengalami kondisi tiroid yang mungkin telah berkontribusi terhadap perilaku tak menentu.”Dia telah membuat malu pada dirinya sendiri dan keluarganya,” katanya

”Perilakunya benar-benar keluar dari karakternya. Dia memiliki gelar, dan menjalin hubungan baik di kancah internasional. Dia telah tinggal di Yordania, dan membenamkan diri dalam budaya Timur Tengah,” imbuh Williams yang menggambarkan sisi lain kliennya.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
33 menit yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
54 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved