Ditipu AS, Irak Pilih Jet Tempur Rusia untuk Gempur ISIS

Jum'at, 27 Juni 2014 - 15:24 WIB
Ditipu AS, Irak Pilih...
Ditipu AS, Irak Pilih Jet Tempur Rusia untuk Gempur ISIS
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki mengaku kecewa dengan Amerika Serikat (AS) yang lamban mengirimkan pesawat jet tempur yang dipesan untuk melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Maliki bahkan blak-blakan mengaku ditipu AS terkait kontrak pembelian pesawat jet tempur.Irak kini berpaling ke Rusia. Maliki berharap bisa memperoleh pesawat jet tempur Rusia dan Belarusia dalam beberapa hari ini. “Insha Allah dalam waktu satu minggu cara ini akan efektif dan akan menghancurkan sarang teroris,” katanya.

Dia mengatakan bahwa proses pembelian jet AS bertele-tele.”Saya akan jujur ​​dan mengatakan bahwa kami tertipu ketika kami menandatangani kontrak (dengan AS)," kata Maliki.

”Kita harus berusaha untuk membeli jet tempur lain seperti dari Inggris, Prancis dan Rusia untuk mengamankan wilayah udara. Jika kita memiliki perlindungan udara, kita akan bisa melewati apa yang telah terjadi,” lanjut Maliki.

Menurutnya, Irak akan memperoleh pesawat jet tempur bekas dari Rusia dan Belarusia. ”Seharusnya tiba di Irak dalam dua atau tiga hari,” imbuh dia, dalam wawancaranya dengan BBC, semalam (26/6/2014).

AS yang mengklaim mendukung pemerintah Irak, telah menekankan bahwa militan hanya bisa dikalahkan oleh pasukan Irak sendiri. Keengganan AS untuk membantu Irak secara langsung itu, membuat pemerintah Maliki mencari bantuan lain, yang kemungkinan dari tetangganya, Iran.

Menurut Maliki, Irak telah minta agar dikirim pesawat jet tempur Sukhoi Su-27. Pesawat jet tempur jenis itu mirip dengan pesawat yang membombardir sarang ISIS di Irak yang disebut-sebut berasal dari militer Suriah.

Sumber-sumber militer dan pemberontak mengatakan serangan itu terjadi di Irak, di persimpangan Qaim, meskipun Maliki mengatakan hal itu dilakukan di wilayah Suriah. Sumber militan telah melaporkan selama dua hari yang pesawat jet tempur Suriah menghantam wilayah Qaim, dan Rutba, Irak.

Serangan itu berlangsung dua hari. Pertama menewaskan 70 orang, dan serangan di hari kedua menewaskan 20 orang.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
15 menit yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
35 menit yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
1 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
1 jam yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved