Poroshenko Siap Mulai Pembicaraan Damai dengan Rusia
Jum'at, 27 Juni 2014 - 10:57 WIB
Poroshenko Siap Mulai Pembicaraan Damai dengan Rusia
A
A
A
KIEV - Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyatakan dirinya siap melakukan pembicaraan damai dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Selain untuk memperbaiki hubungan kedua negara, pembicaraan ini juga ditujukan untuk mengakhiri pemberontakan separatis pro-Rusia di timur Ukraina.
Putin dikenal memiliki pengaruh besar terhadap separatis pro-Rusia yang melakukan pemberontakan di Ukraina. Melansir Channel News Asia, Jumat (27/6/2014), Poroshenko berharap Putin menggunakan pengaruhnya tersebut.
"Saya siap untuk berdamai dengan siapa pun. Saya sangat membenci ide untuk tidak menggunakan kesempatan yang ada guna membawa perdamaian ke wilayah kami. Semua kesempatan yang ada harus dimanfaatkan,” ungkap Poroshenko.
“Saya mengamati, kadang-kadang posisi Putin sangat pragmatis. Tetapi, Kadang-kadang dia sangat emosional. Saya mencoba untuk menemukan waktu ketika dia lebih pragmatis daripada emosional," Porshenko menambahkan.
Poroshenko juga berharap separatis Rusia membuktikan komitmen mereka untuk melakukan gencaran senjata. Komitmen separatis mulai diragukan setelah mereka melakukan penembakan terhadap sebuah helikopter Ukraina yang menewaskan sembilan orang.
Putin sendiri saat berbicara dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel menegaskan, bahwa ia sepenuhnya mendukung dimulainya kembali dialog damai antara kedua pihak yang bertikai, yaitu pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia.
Putin dikenal memiliki pengaruh besar terhadap separatis pro-Rusia yang melakukan pemberontakan di Ukraina. Melansir Channel News Asia, Jumat (27/6/2014), Poroshenko berharap Putin menggunakan pengaruhnya tersebut.
"Saya siap untuk berdamai dengan siapa pun. Saya sangat membenci ide untuk tidak menggunakan kesempatan yang ada guna membawa perdamaian ke wilayah kami. Semua kesempatan yang ada harus dimanfaatkan,” ungkap Poroshenko.
“Saya mengamati, kadang-kadang posisi Putin sangat pragmatis. Tetapi, Kadang-kadang dia sangat emosional. Saya mencoba untuk menemukan waktu ketika dia lebih pragmatis daripada emosional," Porshenko menambahkan.
Poroshenko juga berharap separatis Rusia membuktikan komitmen mereka untuk melakukan gencaran senjata. Komitmen separatis mulai diragukan setelah mereka melakukan penembakan terhadap sebuah helikopter Ukraina yang menewaskan sembilan orang.
Putin sendiri saat berbicara dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel menegaskan, bahwa ia sepenuhnya mendukung dimulainya kembali dialog damai antara kedua pihak yang bertikai, yaitu pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia.
(esn)