Mayoritas Rakyat Jerman Tolak Ekspansi NATO di Baltik
Kamis, 26 Juni 2014 - 11:42 WIB
Mayoritas Rakyat Jerman Tolak Ekspansi NATO di Baltik
A
A
A
BERLIN - Hampir tiga perempat rakyat Jerman menentang NATO yang ingin memiliki pangkalan militer permanen di Polandia dan negara-negara Baltik, untuk menghadapi Rusia.
Hasil survei terbaru di Jerman itu menunjukkan ketidaksukaan warga di Eropa soal ekspansi NATO di Eropa Timur. Survei yang dilakukan lembaga Forsa itu dirilis majalah Internationale.
Dari survei itu, 74 persen warga Jerman menentang gagasan NATO untuk membangun pangkalan militer permanen di Polandia dan negar-negara Baltik. Sedangkan 18 persen lainnya mendukung.
“Penentangan terhadap perluasan NATO di Eropa Timur masih membekas dalam kenangan Jerman Timur (yang kala itu blok komunis),” bunyi hasil survey Forsa, seperti dikutip Reuters, semalam (25/6/2014).
Polandia, dan tiga negara Baltik (Estonia, Lithuania dan Latvia) merupakan bekas blok Soviet. Negara-negara itu takut akan diserang Rusia setelah krisis Ukraina pecah. Negara-negara itu telah minta pelindungan NATO.
Polandia merupakan negara yang pertama kali mengajukan ide agar pasukan Amerika Serikat dikerahkan di Eropa Timur.
Menteri Pertahanan Polandia, Tomasz Siemoniak, telah menyerukan kepada Pentagon agar menyebarkan sebanyak 10 ribu tentara Amerika serikat di negaranya pada April lalu.
Kehadiran pasukan NATO di Eropa Timur telah membuat Rusia gusar. Rusia mengklaim NATO melanggar perjanjian tahun 1997, di mana kedua belah pihak berkomitmen untuk menghindari setiap hal yang berpotensi pada konfrontasi.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov pernah menyebut ekspansi NATO di Eropa Timur kontraproduktif.
Hasil survei terbaru di Jerman itu menunjukkan ketidaksukaan warga di Eropa soal ekspansi NATO di Eropa Timur. Survei yang dilakukan lembaga Forsa itu dirilis majalah Internationale.
Dari survei itu, 74 persen warga Jerman menentang gagasan NATO untuk membangun pangkalan militer permanen di Polandia dan negar-negara Baltik. Sedangkan 18 persen lainnya mendukung.
“Penentangan terhadap perluasan NATO di Eropa Timur masih membekas dalam kenangan Jerman Timur (yang kala itu blok komunis),” bunyi hasil survey Forsa, seperti dikutip Reuters, semalam (25/6/2014).
Polandia, dan tiga negara Baltik (Estonia, Lithuania dan Latvia) merupakan bekas blok Soviet. Negara-negara itu takut akan diserang Rusia setelah krisis Ukraina pecah. Negara-negara itu telah minta pelindungan NATO.
Polandia merupakan negara yang pertama kali mengajukan ide agar pasukan Amerika Serikat dikerahkan di Eropa Timur.
Menteri Pertahanan Polandia, Tomasz Siemoniak, telah menyerukan kepada Pentagon agar menyebarkan sebanyak 10 ribu tentara Amerika serikat di negaranya pada April lalu.
Kehadiran pasukan NATO di Eropa Timur telah membuat Rusia gusar. Rusia mengklaim NATO melanggar perjanjian tahun 1997, di mana kedua belah pihak berkomitmen untuk menghindari setiap hal yang berpotensi pada konfrontasi.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov pernah menyebut ekspansi NATO di Eropa Timur kontraproduktif.
(mas)