Helikopter Tempur Dirudal, Ukraina Ancam Cabut Gencatan Senjata
Rabu, 25 Juni 2014 - 08:35 WIB
Helikopter Tempur Dirudal, Ukraina Ancam Cabut Gencatan Senjata
A
A
A
KIEV - Pemerintah Ukraina kesal setelah helikopter tempur Mi-8 mereka ditembak jatuh pasukan separatis pro-Rusia di wilayah Slavyansk, Ukraina timur di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati.
Pemerintah Ukraina pun mengancam mencabut kesepakatan gencatan senjata setelah penembakan dengan rudal itu menewaskan sembilan tentara mereka. (Baca: Helikopter Tempur Ukraina Dirudal, 9 Tentara Tewas)
“Helikopter tempur Mi-8 telah jatuh di Gunung Karachun, dekat Slavyansk. (Helikopter) itu ditembak rudal dari sistem pertahanan udara portabel (milik pemberontak),” tulis juru bicara operasi militer Ukraina, Vladislav Seleznyov, di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Russia Today.
Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, dan kubu separatis pro-Rusia di Ukraina timur sudah sepakat melakukan gencatan senjata selama seminggu. Namun faktanya pertempuran masih terjadi.
Penembakan helikopter tempur Ukraina pada Rabu sore itu dipicu penembakan pasukan Ukraina di Desa Semyonovka, pinggiran Slavyansk pada Selasa siang dan malam hari yang menewaskan dua orang dari kubu separatis pro-Rusia.
Kantor Kepresidenan Ukraina, pada Rabu (25/6/2014) menyatakan, bahwa Presiden Poroshenko siap untuk meluncurkan kampanye operasi militer dengan kekuatan baru di Ukraina timur setelah helikopter tempur mereka ditembak jatuh.
”Kepala negara tidak mengecualikan jika rezim (Ukraina) mencabut gencatan senjata lebih cepat dari jadwalnya, dengan melihat pelanggaran terus-menerus oleh pemberontak yang dikendalikan dari luar negeri,” bunyi pernyataan kantor Poroshenko.
Poroshenko berharap bisa berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk membahas insiden terbaru itu. Dia juga berharap Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Prancis, Francois Hollande bisa ikut bergabung dalam pembicaraan itu.
Pemerintah Ukraina pun mengancam mencabut kesepakatan gencatan senjata setelah penembakan dengan rudal itu menewaskan sembilan tentara mereka. (Baca: Helikopter Tempur Ukraina Dirudal, 9 Tentara Tewas)
“Helikopter tempur Mi-8 telah jatuh di Gunung Karachun, dekat Slavyansk. (Helikopter) itu ditembak rudal dari sistem pertahanan udara portabel (milik pemberontak),” tulis juru bicara operasi militer Ukraina, Vladislav Seleznyov, di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Russia Today.
Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, dan kubu separatis pro-Rusia di Ukraina timur sudah sepakat melakukan gencatan senjata selama seminggu. Namun faktanya pertempuran masih terjadi.
Penembakan helikopter tempur Ukraina pada Rabu sore itu dipicu penembakan pasukan Ukraina di Desa Semyonovka, pinggiran Slavyansk pada Selasa siang dan malam hari yang menewaskan dua orang dari kubu separatis pro-Rusia.
Kantor Kepresidenan Ukraina, pada Rabu (25/6/2014) menyatakan, bahwa Presiden Poroshenko siap untuk meluncurkan kampanye operasi militer dengan kekuatan baru di Ukraina timur setelah helikopter tempur mereka ditembak jatuh.
”Kepala negara tidak mengecualikan jika rezim (Ukraina) mencabut gencatan senjata lebih cepat dari jadwalnya, dengan melihat pelanggaran terus-menerus oleh pemberontak yang dikendalikan dari luar negeri,” bunyi pernyataan kantor Poroshenko.
Poroshenko berharap bisa berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk membahas insiden terbaru itu. Dia juga berharap Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Prancis, Francois Hollande bisa ikut bergabung dalam pembicaraan itu.
(mas)