Lawan Obama, Gubernur di AS Kobarkan Revolusi
Senin, 23 Juni 2014 - 13:22 WIB
Lawan Obama, Gubernur di AS Kobarkan Revolusi
A
A
A
LOUISIANA - Gubernur Louisiana, Amerika Serikat (AS), Bobby Jindal, menyatakan siap untuk memusuhi Presiden Barack Obama dan pemerintah Washington. Dia bahkan mengobarkan revoluasi, karena Obama dan pejabat Partai Demokrat AS lainnya telah melancarkan perang terhadap kebebasan beragama.
Komentar Jindal muncuul dalam sebuah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh kelompok Faith and Freedom Coalition, sebuah kelompok yang dipimpin oleh aktivis Kristen, Ralph Reed. ”Saya bisa merasakan sekarang ada pembuatan bir sebagai di antara warga AS sebagai bentuk pemberontakan,” katanya.
“Di mana setiap orang siap untuk memposisikan diri bermusuhan dengan (pemerintah) di Washington DC, untuk melestarikan ‘American Dream’ untuk anak-anak dan cucu kita,” lanjut Jindal mengacu pada impian warga AS untuk kebebasan.
Gubernur itu mengatakan, saat ini ada “perang senyap” yang dilakukan warga yang berjuang untuk kebebasan beragama. ”Saya lelah dengan (orang) kiri. Mereka (pemerintah Obama) mengatakan, bahwa mereka toleransi, mereka mengatakan bahwa mereka menghormati keragaman,” ucap Jindal.
“Kenyataannya adalah ini mereka menghormati semua orang, kecuali jika Anda kebetulan tidak setuju dengan mereka,” imbuh dia, seperti dikutip news.com.au, Senin (23/6/2014). ”(Orang-orang) kiri sedang mencoba untuk membungkam kami dan saya aku lelah, saya tidak akan tahan lagi.”
Jindal berkelakar dalam mengkritik pemerintah Obama di berbagai hal. Di antaranya, soal pertukaran tahanan AS dengan Taliban yang dikecam publik, serta laporan misi militer AS di Benghazi, Libya.
”Apakah kita sekarang menyaksikan seseorang yang paling radikal, sangat liberal, presiden ideologis seumur hidup kami di sini, di Amerika Serikat, atau kita menyaksikan presiden yang paling tidak kompeten dari Amerika Serikat dalam sejarah kehidupan kita? Anda tahu, itu adalah pertanyaan yang sulit,” ujarnya.
Komentar Jindal muncuul dalam sebuah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh kelompok Faith and Freedom Coalition, sebuah kelompok yang dipimpin oleh aktivis Kristen, Ralph Reed. ”Saya bisa merasakan sekarang ada pembuatan bir sebagai di antara warga AS sebagai bentuk pemberontakan,” katanya.
“Di mana setiap orang siap untuk memposisikan diri bermusuhan dengan (pemerintah) di Washington DC, untuk melestarikan ‘American Dream’ untuk anak-anak dan cucu kita,” lanjut Jindal mengacu pada impian warga AS untuk kebebasan.
Gubernur itu mengatakan, saat ini ada “perang senyap” yang dilakukan warga yang berjuang untuk kebebasan beragama. ”Saya lelah dengan (orang) kiri. Mereka (pemerintah Obama) mengatakan, bahwa mereka toleransi, mereka mengatakan bahwa mereka menghormati keragaman,” ucap Jindal.
“Kenyataannya adalah ini mereka menghormati semua orang, kecuali jika Anda kebetulan tidak setuju dengan mereka,” imbuh dia, seperti dikutip news.com.au, Senin (23/6/2014). ”(Orang-orang) kiri sedang mencoba untuk membungkam kami dan saya aku lelah, saya tidak akan tahan lagi.”
Jindal berkelakar dalam mengkritik pemerintah Obama di berbagai hal. Di antaranya, soal pertukaran tahanan AS dengan Taliban yang dikecam publik, serta laporan misi militer AS di Benghazi, Libya.
”Apakah kita sekarang menyaksikan seseorang yang paling radikal, sangat liberal, presiden ideologis seumur hidup kami di sini, di Amerika Serikat, atau kita menyaksikan presiden yang paling tidak kompeten dari Amerika Serikat dalam sejarah kehidupan kita? Anda tahu, itu adalah pertanyaan yang sulit,” ujarnya.
(mas)