Rusia Sebut Rencana Damai Porshenko Lelucon Belaka
Minggu, 22 Juni 2014 - 20:35 WIB
Rusia Sebut Rencana Damai Porshenko Lelucon Belaka
A
A
A
MOSKOW - Rusia melalui Ketua Negara Duma, Irina Yarovaya, menyatakan, rencana damai yang diutarakan presiden Ukraina, Petro Poroshenko untuk mengakhiri krisis di negaranya, adalah sebuah lelucon.
Melansir Itar-tas, Minggu (22/6/2014), Yaranovaya menyatakan hal tersebut berdasarkan fakta, bahwa di tengah gencarnya Porshenko menyuarakan perdamaian, dia masih membiarkan pasukannya melakukan pertempuran di timur Ukraina.
"Rencana perdamaian yang diumumkan oleh Poroshenko terlihat seperti lelucon, dengan latar belakang peristiwa di perbatasan Rusia," ungkap Yaranovaya. “Tidak peduli apakah situasi terbaru di timur Ukraina sudah berada di luar kontrol pemerintah Ukraina, atau hanya ini sebatas tindakan provokasi semata,” Yaranovaya menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyebut rencana damai yang diutarakan oleh Poroshenko lebih menyerupai ultimatum kepada separatis pro-Rusia yang berada di timur negara mereka.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga di timur Ukraina menyatakan, walaupun Poroshenko sudah menyuarakan gencatan senjata, fakta di lapangan menunjukan tidak pernah terjadi gencatan senjata dan pertempuran masih terjadi seperti biasa.
Melansir Itar-tas, Minggu (22/6/2014), Yaranovaya menyatakan hal tersebut berdasarkan fakta, bahwa di tengah gencarnya Porshenko menyuarakan perdamaian, dia masih membiarkan pasukannya melakukan pertempuran di timur Ukraina.
"Rencana perdamaian yang diumumkan oleh Poroshenko terlihat seperti lelucon, dengan latar belakang peristiwa di perbatasan Rusia," ungkap Yaranovaya. “Tidak peduli apakah situasi terbaru di timur Ukraina sudah berada di luar kontrol pemerintah Ukraina, atau hanya ini sebatas tindakan provokasi semata,” Yaranovaya menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyebut rencana damai yang diutarakan oleh Poroshenko lebih menyerupai ultimatum kepada separatis pro-Rusia yang berada di timur negara mereka.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga di timur Ukraina menyatakan, walaupun Poroshenko sudah menyuarakan gencatan senjata, fakta di lapangan menunjukan tidak pernah terjadi gencatan senjata dan pertempuran masih terjadi seperti biasa.
(esn)