Si Kanibal Eks Presiden Liberia, Makan Hati Musuh-musuhnya....

Kamis, 19 Juni 2014 - 13:09 WIB
Si Kanibal Eks Presiden...
Si Kanibal Eks Presiden Liberia, Makan Hati Musuh-musuhnya....
A A A
LONDON - Charles Taylor namanya. Dia pernah menjadi pemimpin Liberia, negara di Afrika sekitar tahun 1997. Tahun 2012, dia dituduh mempersenjatai pemberontak di negara tetangganya, Sierra Leone.

Kini, dia dihukum 50 tahun penjara di Inggris, setelah pengadilan internasional di Den Haag, Belanda terbaru menyatakan dia bersalah atas pembantaian massal, pemerkosaan dan terorisme.

Taylor yang dipenjara di Durham, juga disebut-sebut sebagai kanibal. Di mana, dia dituduh memakan hati para musuh perangnya. Tahun 1997, dia hadir dalam jamuan makan malam yang digelar Presiden Afrika Selatan kala itu, yakni mendiang Nelson Mandela.

Panglima perang asal Afrika itu oleh pengadilan dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan. Pengadilan menyebut, puluhan ribu nyawa melayang dalam pembantaian massal di Sierra Leone, yang dilakukan pemberontak yang dia persenjatai.

Kepada istri dan 15 anaknya, Taylor berpesan agar tidak melakukan perjalanan dari Afrika ke Inggris untuk mengunjunginya di penjara. Taylor juga mengklaim, bahwa dia takut jika dipenjara di Frankland, Afrika Selatan, karena bisa diserang oleh pihak-pihak yang membencinya.

Mantan Presiden Liberia itu memicu perang saudara di negara tetangganya Sierra Leone. Pemerintah Inggris menurut laporan Daily Mail, Kamis (19/6/2014) telah menghabiskan puluhan ribu poundsterling untuk mengalahkan Taylor di pengadilan Den Haag.

Perilaku Menyimpang

Pejabat Inggris menganggap perilaku Taylor menyimpang.”(Perilakunya) ini menjijikkan. Dia adalah penjahat perang. Dia tidak bisa memilih di mana dia menjalani masa hukuman. Adapun haknya untuk kehidupan keluarga, itu lelucon yang sakit,” tulis media Inggris itu mengutip salah seorang pejabat Inggris.

Seorang anggota parlemen Inggris, dari kubu konservatif, Dominic Raab, juga mencela perilaku Taylor. ”Ini menunjukkan korupsi hak asasi manusia yang seperti seorang panglima perang brutal yang dihukum atas kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk terorisme, perkosaan dan merekrut tentara anak-anak, dan dia masih berpikir bahwa pemenjarannya melanggar hak untuk kehidupan keluarganya,” ujarnya.

”Jika dia berhasil, itu akan mengubah undang-undang hak asasi manusia Inggris menjadi bahan tertawaan seluruh dunia,” imbuh Raab.

Departemen Luar Negeri Inggris, menyediakan dana 1 juta poundsterling agar kasus Taylor didengar oleh Hakim Philip Waki, di Pengadilan Khusus yang didukung PBB untuk keadilan terhadap rakyat Sierra Leone.

Sementara itu, istri Taylor, Victoria Addison Taylor, mengkhawatirkan kondisi keamanan suaminya. ”Mereka membawanya ke penjara ini di mana (risiko) kejahatan tinggi, dan penjahat Inggris umumnya berada di penjara itu. Dia dikategorikan sebagai tawana perang berisiko tinggi,” keluhnya.

Taylor dihukum pada April 2012 atas 11 tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dia membantu pemberontak melakukan pembunuhan massal dalam 11 tahun perang sipil di Sierra Leone yang berakhir pada tahun 2002. Korban jiwa dalam pembunuhan massal itu sekitar 250.000 jiwa.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Pemerkosaan Marak,...
Aksi Pemerkosaan Marak, Liberia Nyatakan Darurat Nasional
Geng Jalanan Serang...
Geng Jalanan Serang Acara Gereja di Liberia, 29 Tewas
Muslim yang Menyebarkan...
Muslim yang Menyebarkan Catur ke Seluruh Eropa
Begini Cara Spanyol...
Begini Cara Spanyol Merayakan Penaklukan Kembali Iberia dari Pasukan Muslim
Kapal Tanker Berbendera...
Kapal Tanker Berbendera Liberia Ditangkap di Selat Malaka
Ditahan Palestina, Ranking...
Ditahan Palestina, Ranking Timnas Indonesia Gagal Geser Liberia
Berita Terkini
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
42 menit yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
6 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
7 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved