Tewasnya Dua Taliban Pemotong Jari Pemilih Capres Afghanistan
Selasa, 17 Juni 2014 - 15:01 WIB
Tewasnya Dua Taliban Pemotong Jari Pemilih Capres Afghanistan
A
A
A
HERAT - Aksi militan Taliban yang memotong jari-jari 11 pria tua yang menggunakan hak pilihnya dalam pemilu presiden Afghanistan menjadi sorotan dunia. Polisi Aghanistan yang dibuat malu oleh ulah Taliban, langsung bergerak cepat.
Dari keterangan korban, polisi mengantongi dua nama militan Taliban yang diburu. Peburuan berlangsung sengit di wilayah Herat, Afghanistan. (Baca: Coblos Capres, Jari 11 Warga Afghanistan Dipotong Taliban)
”Komandan pemberontak (Taliban) Mullah Shir Agha dan salah satu perwiranya tewas dalam operasi polisi di Herat, kemarin,” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Selasa (17/6/2014).
”Kedua orang itulah yang dituduh memotong jari para pemilih setelah melihat ada tinta celup masih menempel di jari 11 pemilih,” lanjut pernyataan itu. Kementerian itu mengatakan, beberapa anggota Taliban lainnya terluka dalam operasi kepolisian dan mereka kini ditahan.
Kendati demikian, dalam operasi itu masih ada dua anggota Taliban yang melarikan diri. ”Pasukan keamanan memburu mereka. Mereka adalah anggota Taliban dan akan membayar harga atas kejahatan mereka,” kata juru bicara kepolisian Herat, Abdul Rauf Ahmadi kepada AFP.
Jan Kubis, Kepala Misi PBB di Afghanistan, menyebut aksi pemotongan jari-jari oleh militan Taliban terhadap para pemilih calon presiden (Capres) Afghanistan sebagai tindakan yang menjijikkan.
“(Korban) ini adalah rakyat Afghanistan biasa, yang menggunakan hak mereka untuk menentukan jalan masa depan negara mereka melalui pemungutan suara dan bukan melalui kekerasan serta intimidasi,” ujar Kubis.
Dari keterangan korban, polisi mengantongi dua nama militan Taliban yang diburu. Peburuan berlangsung sengit di wilayah Herat, Afghanistan. (Baca: Coblos Capres, Jari 11 Warga Afghanistan Dipotong Taliban)
”Komandan pemberontak (Taliban) Mullah Shir Agha dan salah satu perwiranya tewas dalam operasi polisi di Herat, kemarin,” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Selasa (17/6/2014).
”Kedua orang itulah yang dituduh memotong jari para pemilih setelah melihat ada tinta celup masih menempel di jari 11 pemilih,” lanjut pernyataan itu. Kementerian itu mengatakan, beberapa anggota Taliban lainnya terluka dalam operasi kepolisian dan mereka kini ditahan.
Kendati demikian, dalam operasi itu masih ada dua anggota Taliban yang melarikan diri. ”Pasukan keamanan memburu mereka. Mereka adalah anggota Taliban dan akan membayar harga atas kejahatan mereka,” kata juru bicara kepolisian Herat, Abdul Rauf Ahmadi kepada AFP.
Jan Kubis, Kepala Misi PBB di Afghanistan, menyebut aksi pemotongan jari-jari oleh militan Taliban terhadap para pemilih calon presiden (Capres) Afghanistan sebagai tindakan yang menjijikkan.
“(Korban) ini adalah rakyat Afghanistan biasa, yang menggunakan hak mereka untuk menentukan jalan masa depan negara mereka melalui pemungutan suara dan bukan melalui kekerasan serta intimidasi,” ujar Kubis.
(mas)