Cari 3 Remaja Hilang, Tentara Israel Habisi Pria Palestina
Senin, 16 Juni 2014 - 13:34 WIB
Cari 3 Remaja Hilang, Tentara Israel Habisi Pria Palestina
A
A
A
TEPI BARAT - Pencarian besar-besaran yang dilakukan pasukan Israel terhadap tiga remaja Israel yang diyakini telah diculik di Tepi Barat berujung pada bentrok dengan sejumlah warga Palestina. Dalam bentrokan itu, seorang pemuda Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel.
Saksi dan pejabat rumah sakit di Palestina mengataan, warga Palestina melemparkan batu ke arah tentara Israel yang menggeledah rumah-rumah di kamp pengungsi al-Jilazoun, di luar Ramallah, sebelum fajar.
Lemparan batu itu, seperti dikutip Reuters, Senin (16/6/2014), memicu bentrokan dan akhirnya tembakan tentara Israel menewaskan pria Palestina berusia 20 tahun. Beberapa warga Palestina lainnya terluka dalam bentrokan tersebut.
Militer Israel belum berkomentar atas insiden itu. Pemerintah Israel telah menuduh militan Hamas yang menculik tiga remaja Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah membatalkan perundingan damai dengan Palestina yang disponsori Amerika Serikat. Tindakan Netanyahu itu menyusul bersatunya kelompok Hamas dan Fatah untuk membentuk pemerintah baru Palestina. Israel membenci faksi Hamas, karena dianggap kelompok teroris yang ingin menghancurkan Israel.
”Saya percaya bahwa bahaya pakta (perjanjian damai) ini sekarang sangat jelas bagi semua orang. Kami telah melihat, bahwa sejak penandatanganan pakta ini terjadi peningkatan aktivitas teroris yang berasal dari Tepi Barat,” kata Netanyahu yang menyalahkan Hamas atas hilangnya tiga remaja Israel.
Hamas sendiri tidak membenarkan dan tidak membantah tuduhan Netanyahu. Hilangnya tiga remaja yang salah satunya juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat tersebut juga membuat militer Israel kalap. Mereka setidaknya telah menahan 80 warga Palestina gara-gara tiga remaja Israel tersebut hilang.
”Dalam upaya untuk menemukan tiga pemuda Israel yang diculik, sekitar 80 orang Palestina ditahan dalam sebuah operasi yang diluncurkan Sabtu malam,” bunyi pernyataan militer Israel. (Baca: Cari Tiga Pemuda Hilang, Israel Tahan 80 Warga Palestina)
Saksi dan pejabat rumah sakit di Palestina mengataan, warga Palestina melemparkan batu ke arah tentara Israel yang menggeledah rumah-rumah di kamp pengungsi al-Jilazoun, di luar Ramallah, sebelum fajar.
Lemparan batu itu, seperti dikutip Reuters, Senin (16/6/2014), memicu bentrokan dan akhirnya tembakan tentara Israel menewaskan pria Palestina berusia 20 tahun. Beberapa warga Palestina lainnya terluka dalam bentrokan tersebut.
Militer Israel belum berkomentar atas insiden itu. Pemerintah Israel telah menuduh militan Hamas yang menculik tiga remaja Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah membatalkan perundingan damai dengan Palestina yang disponsori Amerika Serikat. Tindakan Netanyahu itu menyusul bersatunya kelompok Hamas dan Fatah untuk membentuk pemerintah baru Palestina. Israel membenci faksi Hamas, karena dianggap kelompok teroris yang ingin menghancurkan Israel.
”Saya percaya bahwa bahaya pakta (perjanjian damai) ini sekarang sangat jelas bagi semua orang. Kami telah melihat, bahwa sejak penandatanganan pakta ini terjadi peningkatan aktivitas teroris yang berasal dari Tepi Barat,” kata Netanyahu yang menyalahkan Hamas atas hilangnya tiga remaja Israel.
Hamas sendiri tidak membenarkan dan tidak membantah tuduhan Netanyahu. Hilangnya tiga remaja yang salah satunya juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat tersebut juga membuat militer Israel kalap. Mereka setidaknya telah menahan 80 warga Palestina gara-gara tiga remaja Israel tersebut hilang.
”Dalam upaya untuk menemukan tiga pemuda Israel yang diculik, sekitar 80 orang Palestina ditahan dalam sebuah operasi yang diluncurkan Sabtu malam,” bunyi pernyataan militer Israel. (Baca: Cari Tiga Pemuda Hilang, Israel Tahan 80 Warga Palestina)
(mas)