Kedubes di Kiev Diamuk, Bendera Rusia dan Putin Dihina
Senin, 16 Juni 2014 - 09:30 WIB
Kedubes di Kiev Diamuk, Bendera Rusia dan Putin Dihina
A
A
A
KIEV - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrey Deschitsa, terang-terangan meneriakkan kata-kata hinaan terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin pada saat Kudutaan Besar (Kedubes) Rusia di Kiev, Ukraina diamuk massa, kemarin.
Deshchitsa muncul dalam kerumunan massa yang bersorak-sorai usai perusakan di Kedubes Rusia. Dia juga menyaksikan mobil staf kedutaan dijungkirbalikkan. Tidak hanya itu, bendera Rusia juga dinodai dalam aksi perusakan tersebut. (Baca: Demo Anti-Rusia Pecah di Ukraina)
”Saya akan berdiri di sini dengan Anda, dapat mengatakan bahwa Rusia keluar dari Ukraina,” kata Deschitsa. ”Putin adalah f **ker, benar!,” lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, semalam (15/6/2014).
Kendati demikian, Deschitsa mengklaim dia berupaya menghentikan orang-orang untuk merusak kantor Kedubes Rusia di Kiev tersebut. ”Orang-orang sangat marah dan kami harus menghentikan orang-orang, tidak membiarkan mereka bertindak lebih jauh, tidak membiarkan mereka melakukan serangan dan pengepungan terhadap kedutaan,” lanjut dia kepada Radio Echo Moskow. ”Mereka ingin membakar kedutaan.”
Pemerintah Ukraina tidak segera mengomentari kata-kata hinaan yang diucapkan Deshchitsa. Padahala, saat ini Kiev dan Moskow tengah berupaya merajut hubungan diplomatik yang rusak setelah krisis Ukraina pecah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengecam hinaan yang dilontarkan Andrey Deshchitsa terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.”Itu di luar batas kesusilaan,” kata Lavrov. Atas insiden itu, Lavrov tidak tahu bagaimana bisa bekerjasama dengan Menteri Luar Negeri Ukraina itu.
Deshchitsa muncul dalam kerumunan massa yang bersorak-sorai usai perusakan di Kedubes Rusia. Dia juga menyaksikan mobil staf kedutaan dijungkirbalikkan. Tidak hanya itu, bendera Rusia juga dinodai dalam aksi perusakan tersebut. (Baca: Demo Anti-Rusia Pecah di Ukraina)
”Saya akan berdiri di sini dengan Anda, dapat mengatakan bahwa Rusia keluar dari Ukraina,” kata Deschitsa. ”Putin adalah f **ker, benar!,” lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, semalam (15/6/2014).
Kendati demikian, Deschitsa mengklaim dia berupaya menghentikan orang-orang untuk merusak kantor Kedubes Rusia di Kiev tersebut. ”Orang-orang sangat marah dan kami harus menghentikan orang-orang, tidak membiarkan mereka bertindak lebih jauh, tidak membiarkan mereka melakukan serangan dan pengepungan terhadap kedutaan,” lanjut dia kepada Radio Echo Moskow. ”Mereka ingin membakar kedutaan.”
Pemerintah Ukraina tidak segera mengomentari kata-kata hinaan yang diucapkan Deshchitsa. Padahala, saat ini Kiev dan Moskow tengah berupaya merajut hubungan diplomatik yang rusak setelah krisis Ukraina pecah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengecam hinaan yang dilontarkan Andrey Deshchitsa terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.”Itu di luar batas kesusilaan,” kata Lavrov. Atas insiden itu, Lavrov tidak tahu bagaimana bisa bekerjasama dengan Menteri Luar Negeri Ukraina itu.
(mas)