Assad Masuk Daftar Puncak Penjahat Perang Suriah
Rabu, 11 Juni 2014 - 13:23 WIB
Assad Masuk Daftar Puncak Penjahat Perang Suriah
A
A
A
DEN HAAG - Bashar al-Assad, pemimpin Suriah yang baru memenangkan pemilihan presiden di negaranya, dimaukkan dalam daftar orang yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di Suriah. Demikian disampaikan mantan jaksa kejahatan perang internasional, David Crane.
Jaksa di Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang bermarkas di Den Haag, Belanda, tidak hanya memasukkan nama Assad. Tapi juga para antek-anteknya. Dari kubu oposisi juga ikut masuk dalam daftar yang sama.
Ada 20 kejahatan perang yang masuk daftar sebagai sampel dakwaan untuk pejabat pemerintah dan pemberontoak Suriah. Namun, Assad masuk dalam posisi teratas. ”Kami memiliki sekitar 20 dakwaan untuk orang-orang yang memikul tanggung jawab terbesar,” kata Crane, seperti dikutip Reuters, Rabu (11/6/2014).
“Ini adalah upaya netral. Kami tidak hanya mengejar Assad dan antek-nya, kita sebenarnya mendokumentasikan semua kejadian pada kedua belah pihak,” lanjut Crane yang sekarang menjabat sebagai Kepala Proyek Akuntabilitas Suriah.
ICC telah menyerahkan daftar dakwaan kejahatan perang, mengacu pada undang-undang Roma, di mana seseorang yang dijadikan tersangka bisa didakwa. Selain dari tokoh politik, ICC juga memasukkan tokoh-tokoh kelompok radikal yang ikut melakukan kejahatan perang di Suriah, yakni ISIS dan al-Nusra. Daftar itu disusun oleh kelompok ahli.
ICC dalam pembuatan daftar penjahat perang itu, juga mempertimbangkan data foto yang diungkap mantan fotografer polisi militer Suriah yang menggunakan nama samaran, Caesar. Pada Januari lalu, Caesar merilis banyak foto mengerikan, di mana sekitar 11 ribu tahanan berada dalam kondisi mengenaskan mirip seperti di kamp kematian Nazi.
Jaksa di Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang bermarkas di Den Haag, Belanda, tidak hanya memasukkan nama Assad. Tapi juga para antek-anteknya. Dari kubu oposisi juga ikut masuk dalam daftar yang sama.
Ada 20 kejahatan perang yang masuk daftar sebagai sampel dakwaan untuk pejabat pemerintah dan pemberontoak Suriah. Namun, Assad masuk dalam posisi teratas. ”Kami memiliki sekitar 20 dakwaan untuk orang-orang yang memikul tanggung jawab terbesar,” kata Crane, seperti dikutip Reuters, Rabu (11/6/2014).
“Ini adalah upaya netral. Kami tidak hanya mengejar Assad dan antek-nya, kita sebenarnya mendokumentasikan semua kejadian pada kedua belah pihak,” lanjut Crane yang sekarang menjabat sebagai Kepala Proyek Akuntabilitas Suriah.
ICC telah menyerahkan daftar dakwaan kejahatan perang, mengacu pada undang-undang Roma, di mana seseorang yang dijadikan tersangka bisa didakwa. Selain dari tokoh politik, ICC juga memasukkan tokoh-tokoh kelompok radikal yang ikut melakukan kejahatan perang di Suriah, yakni ISIS dan al-Nusra. Daftar itu disusun oleh kelompok ahli.
ICC dalam pembuatan daftar penjahat perang itu, juga mempertimbangkan data foto yang diungkap mantan fotografer polisi militer Suriah yang menggunakan nama samaran, Caesar. Pada Januari lalu, Caesar merilis banyak foto mengerikan, di mana sekitar 11 ribu tahanan berada dalam kondisi mengenaskan mirip seperti di kamp kematian Nazi.
(mas)