Junta Militer Thailand Singkirkan Kroni-kroni Shinawatra
Kamis, 05 Juni 2014 - 09:43 WIB
Junta Militer Thailand Singkirkan Kroni-kroni Shinawatra
A
A
A
BANGKOK - Junta militer Thailand melakukan perombakan besar-besaran di tubuh pemerintahan dan kepolisian. Para gubernur dan polisi yang dianggap loyalis mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra diganti.
Setidaknya para gubernur di 13 provinsi pro-Thaksin di wilayah utara dan timur laut Thailand telah diganti. Demikian keterangan Dewan Ketentraman dan Ketertiban Nasional (NCPO).
Junta militer yang telah melakukan kudeta terhadap pemerintah Thailand juga mengganti beberapa polisi yang dianggap menjadi benteng Thaksin dan adiknya, Yingluck Shinawatra yang telah dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri Thailand oleh Mahkamah Konstitusi.
Dalam riwayatnya, Thaksin dulunya seorang perwira polisi sebelum mengundurkan diri dan memulai bisnis. Dia digulingkan militer tahun 2006 dan kini hidup dalam pengasingan karena menolak pulang untuk menghadapi tuduhan korupsi.
Kemudian pada tahun 2011, adik Thaksin yakni, Yingluck Shinawatra memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri Thailand, namun hanya bertahan sekitar tiga tahun karena telah dicopot beberapa waktu lalu.
Militer Thailand yang selama ini dianggap anti-keluarga Shinawatra, kali ini ingin memastikan tidak ada lagi keluarga atau kroni Shinwatra menduduki pos pemerintahan.
”Mereka akan menyelesaikan apa yang mereka mulai pada tahun 2006. Mereka akan membuat sulit para pendukung Thaksin untuk mendapatkan kesempatan (duduk di pemerintahan),” kata Kan Yuenyong, seorang analis politik di Siam Intelligence Unit, seperti dikutip Reuters, Kamis (5/6/2014).
Setidaknya para gubernur di 13 provinsi pro-Thaksin di wilayah utara dan timur laut Thailand telah diganti. Demikian keterangan Dewan Ketentraman dan Ketertiban Nasional (NCPO).
Junta militer yang telah melakukan kudeta terhadap pemerintah Thailand juga mengganti beberapa polisi yang dianggap menjadi benteng Thaksin dan adiknya, Yingluck Shinawatra yang telah dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri Thailand oleh Mahkamah Konstitusi.
Dalam riwayatnya, Thaksin dulunya seorang perwira polisi sebelum mengundurkan diri dan memulai bisnis. Dia digulingkan militer tahun 2006 dan kini hidup dalam pengasingan karena menolak pulang untuk menghadapi tuduhan korupsi.
Kemudian pada tahun 2011, adik Thaksin yakni, Yingluck Shinawatra memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri Thailand, namun hanya bertahan sekitar tiga tahun karena telah dicopot beberapa waktu lalu.
Militer Thailand yang selama ini dianggap anti-keluarga Shinawatra, kali ini ingin memastikan tidak ada lagi keluarga atau kroni Shinwatra menduduki pos pemerintahan.
”Mereka akan menyelesaikan apa yang mereka mulai pada tahun 2006. Mereka akan membuat sulit para pendukung Thaksin untuk mendapatkan kesempatan (duduk di pemerintahan),” kata Kan Yuenyong, seorang analis politik di Siam Intelligence Unit, seperti dikutip Reuters, Kamis (5/6/2014).
(mas)