Tuduh AS Paling Agresif, Putin Siap Bicara dengan Obama
Rabu, 04 Juni 2014 - 15:41 WIB
Tuduh AS Paling Agresif, Putin Siap Bicara dengan Obama
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengaku siap untuk bertemu dan berbicara langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, setelah kedua negara itu bersitegang.
Namun, Putin menuduh AS selama ini menjadi negara paling agresif dalam setiap kebijakan internasional. Kesediaan Putin untuk berbicara langsung dengan Obama itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis, TF - 1 dan stasiun radio Europe – 1, yang dirilis Rabu (4/6/2014).
”Saya tidak punya alasan untuk tidak percaya bahwa Presiden AS tidak ingin berbicara dengan presiden Rusia. Tetapi, setelah semua itu , ia (Barack Obama) bebas untuk melakukannya,” kata Putin.
“Saya selalu siap untuk dialog dan berpikir ini adalah cara terbaik untuk membangun jembatan (hubungan AS dan Rusia). Sampai saat ini, kedua pemimpin juga telah berbicara di telepon beberapa kali,” lanjut Putin.
Kendati demikian, Putin tetap mengkritik keras kebijakan Washington di kancah internasional yang terlalu agresif. ”Bukan rahasia lagi bahwa (AS) yang paling agresif, kebijakan yang paling kaku untuk melindungi kepentingannya sendiri, sebagaimana yang dipahami, itu persis yang dikejar AS dari tahun ke tahun,” ujar Putin.
”Kami (Rusia) memiliki hampir setiap pasukan ke luar negeri, sedangkan AS memiliki pasukan di mana-mana, ia memiliki pangkalan militer di seluruh dunia, dan di mana-mana mereka berpartisipasi dalam menentukan nasib bangsa-bangsa lain yang ribuan mil jauhnya dari perbatasan mereka sendiri,” sindir Putin.
Namun, Putin menuduh AS selama ini menjadi negara paling agresif dalam setiap kebijakan internasional. Kesediaan Putin untuk berbicara langsung dengan Obama itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis, TF - 1 dan stasiun radio Europe – 1, yang dirilis Rabu (4/6/2014).
”Saya tidak punya alasan untuk tidak percaya bahwa Presiden AS tidak ingin berbicara dengan presiden Rusia. Tetapi, setelah semua itu , ia (Barack Obama) bebas untuk melakukannya,” kata Putin.
“Saya selalu siap untuk dialog dan berpikir ini adalah cara terbaik untuk membangun jembatan (hubungan AS dan Rusia). Sampai saat ini, kedua pemimpin juga telah berbicara di telepon beberapa kali,” lanjut Putin.
Kendati demikian, Putin tetap mengkritik keras kebijakan Washington di kancah internasional yang terlalu agresif. ”Bukan rahasia lagi bahwa (AS) yang paling agresif, kebijakan yang paling kaku untuk melindungi kepentingannya sendiri, sebagaimana yang dipahami, itu persis yang dikejar AS dari tahun ke tahun,” ujar Putin.
”Kami (Rusia) memiliki hampir setiap pasukan ke luar negeri, sedangkan AS memiliki pasukan di mana-mana, ia memiliki pangkalan militer di seluruh dunia, dan di mana-mana mereka berpartisipasi dalam menentukan nasib bangsa-bangsa lain yang ribuan mil jauhnya dari perbatasan mereka sendiri,” sindir Putin.
(mas)