Militan Bayt al-Maqdis Bantah Kabar Tewasnya Pimpinan Mereka
Minggu, 25 Mei 2014 - 20:50 WIB
Militan Bayt al-Maqdis Bantah Kabar Tewasnya Pimpinan Mereka
A
A
A
KAIRO - Kelompok militan Ansar Bayt al-Maqdis, pada Minggu (25/5/2014), membantah kabar tewasnya pimpinan mereka, Shadi al–Menei oleh pasukan keamanan Mesir pada pertengahan pekan lalu dalam sebuah operasi militer di semenanjung Sinai.
"Mereka (militer) mengklaim Shadi el-Menei tewas dan ia adalah seorang Emir (pemimpin) kelompok. Kami tegaskan, ia bukanlah seorang Emir atau ia tidak terbunuh dalam operasi tersebut," ungkap pihak Ansar Bayt al-Maqdis melalui sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua.
Sebelumnya dilaporkan, pasukan keamanan Mesir berhasil menewaskan pemimpin militan Bayt al-Maqdis beserta dengan tiga orang petinggi militan lainnya. Mereka ditembak di dalam mobil saat berada di semenajung Sinai.
Laporan ini semakin menguat ketika beberapa pejabat keamanan tingkat tinggi Mesir mengkonfirmasi kematian Shadi el-Menei, yang dianggap sebagai kepala militan yang berbasis di Sinai.
Kelompok ini telah mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan termasuk sebuah serangan pada Oktober lalu di markas intelijen militer di Ismailia dan serangan terhadap markas polisi di provinsi Delta Nil Daqahliya yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
"Mereka (militer) mengklaim Shadi el-Menei tewas dan ia adalah seorang Emir (pemimpin) kelompok. Kami tegaskan, ia bukanlah seorang Emir atau ia tidak terbunuh dalam operasi tersebut," ungkap pihak Ansar Bayt al-Maqdis melalui sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua.
Sebelumnya dilaporkan, pasukan keamanan Mesir berhasil menewaskan pemimpin militan Bayt al-Maqdis beserta dengan tiga orang petinggi militan lainnya. Mereka ditembak di dalam mobil saat berada di semenajung Sinai.
Laporan ini semakin menguat ketika beberapa pejabat keamanan tingkat tinggi Mesir mengkonfirmasi kematian Shadi el-Menei, yang dianggap sebagai kepala militan yang berbasis di Sinai.
Kelompok ini telah mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan termasuk sebuah serangan pada Oktober lalu di markas intelijen militer di Ismailia dan serangan terhadap markas polisi di provinsi Delta Nil Daqahliya yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
(esn)