Pemilu Ukraina di Bawah Ancaman Keamanan
Minggu, 25 Mei 2014 - 13:48 WIB
Pemilu Ukraina di Bawah Ancaman Keamanan
A
A
A
Kiev - Pemilhan Presiden di Ukraina akhirnya dimulai pada Minggu (25/5/2014) pagi waktu setempat. Dengan dimulainya pemilu ini, gederang perang pun seolah ditabuh, mengingat ancaman massa pro-Rusia yang akan menganggu jalannya proses pemilu.
Massa pro-Rusia sudah berminggu-minggu melancarkan serangkaian aksi untuk menganggu proses pemilu ini. Seperti dilansir Channel News Asia, mereka bahkan mengancam akan melakukan tindakan kekerasan jika pemilu tetap diadakan di wilayah yang telah mereka kuasai.
Namun, Perdana Menteri interim Ukraina, Arseniy Yatsenyuk mengeluarkan seruan untuk seluruh warga Ukraina agar tetap menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum paling penting paska mereka Merdeka tahun 1991 silam.
“ini (pemilu) akan menjadi ekspresi dari apa yang diinginkan oleh warga Ukraina, baik yang berada di barat, timur, utara ataupun selatan,” ungkap Yatsenyuk. Pihak Barat sendiri menganggap pemilu sebagai langkah penting dalam mencegah Ukraina dari disintegrasi lebih lanjut.
Ukraina telah memobilisasi lebih dari 55.000 polisi dan 20.000 sukarelawan untuk menjamin keamanan pemilihan presiden ini. Pemili ini diawasi oleh setidaknya 1.200 pemantau internasional. Tetapi, seperti diberitakan sebelumnya banyak dari mereka yang ditempatkan di Ukraina timur telah ditarik kembali atas dasar keamanan.
Sekitar 45 juta pemilih akan melakukan pemungutan suara hari ini, hasil dari pemilu ini sendiri akan diumumkan pada esok hari. Bila tidak ada kandidat yang menang di atas 50 persen, maka pemilu putaran dua akan digelar pada 15 Juni 2014.
Massa pro-Rusia sudah berminggu-minggu melancarkan serangkaian aksi untuk menganggu proses pemilu ini. Seperti dilansir Channel News Asia, mereka bahkan mengancam akan melakukan tindakan kekerasan jika pemilu tetap diadakan di wilayah yang telah mereka kuasai.
Namun, Perdana Menteri interim Ukraina, Arseniy Yatsenyuk mengeluarkan seruan untuk seluruh warga Ukraina agar tetap menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum paling penting paska mereka Merdeka tahun 1991 silam.
“ini (pemilu) akan menjadi ekspresi dari apa yang diinginkan oleh warga Ukraina, baik yang berada di barat, timur, utara ataupun selatan,” ungkap Yatsenyuk. Pihak Barat sendiri menganggap pemilu sebagai langkah penting dalam mencegah Ukraina dari disintegrasi lebih lanjut.
Ukraina telah memobilisasi lebih dari 55.000 polisi dan 20.000 sukarelawan untuk menjamin keamanan pemilihan presiden ini. Pemili ini diawasi oleh setidaknya 1.200 pemantau internasional. Tetapi, seperti diberitakan sebelumnya banyak dari mereka yang ditempatkan di Ukraina timur telah ditarik kembali atas dasar keamanan.
Sekitar 45 juta pemilih akan melakukan pemungutan suara hari ini, hasil dari pemilu ini sendiri akan diumumkan pada esok hari. Bila tidak ada kandidat yang menang di atas 50 persen, maka pemilu putaran dua akan digelar pada 15 Juni 2014.
(esn)