Pertemuan Militer dan Elit Politik Thailand Belum Membuahkan Hasil
Rabu, 21 Mei 2014 - 19:28 WIB
Pertemuan Militer dan Elit Politik Thailand Belum Membuahkan Hasil
A
A
A
Bangkok - Pertemuan antara Panglima Militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan–ocha dengan petinggi pemerintah Thailand, beserta pihak oposisi yang bertikai, anggota Komisi Pemilhan Umum setempat, dan para Senator pada Rabu (21/5/2014) untuk membahas jalan keluar dari krisis yang melanda negara mereka, belum membuahkan hasil yang berarti.
Menurut pihak otoritas setempat, pertemuan yang berlangsung selama dua jam dan di bawah pengasawasan super ketat tersebut belum mebuahkan hasil yang menggembirakan. Namun, menurut mereka, sudah mulai timbul kesepahaman antara dua pihak yang bertikai.
"Semua orang setuju untuk mempertimbangkan saran kelompok lain, untuk menemukan solusi bersama untuk negara kita," ungkap juru bicara militer, Sirichan Ngathong, seperti dilansir Channel News Asia.
“Sekitar 40 orang menghadiri pertemuan ini, dan ini adalah pertama kalinya pihak pemerintah dan oposisi yang bertikai selama lebih dari enam bulan ini duduk dan berbicara dalam satu meja,” Ngathong menambahkan.
Chan-ocha, menurut juru bicara itu memberikan tekanan yang sama kepada kedua belah pihak agar kedua belah pihak yang bertikai dapat sama-sama mencari jalan keluar atas krisis yang terjadi di negara mereka. Rencananya pertemuan ini akan dilakukan pada esok hari.
Thida Thavornseth, pemimpin Kaus Merah menyatakan, dirinya senang dengan adanya pertemuan ini. Namun, dirinya tidak bisa memprediksi apakah dalam pertemuan lanjutkan esok akan didapatkan hasil yang menggembirakan.
Menurut pihak otoritas setempat, pertemuan yang berlangsung selama dua jam dan di bawah pengasawasan super ketat tersebut belum mebuahkan hasil yang menggembirakan. Namun, menurut mereka, sudah mulai timbul kesepahaman antara dua pihak yang bertikai.
"Semua orang setuju untuk mempertimbangkan saran kelompok lain, untuk menemukan solusi bersama untuk negara kita," ungkap juru bicara militer, Sirichan Ngathong, seperti dilansir Channel News Asia.
“Sekitar 40 orang menghadiri pertemuan ini, dan ini adalah pertama kalinya pihak pemerintah dan oposisi yang bertikai selama lebih dari enam bulan ini duduk dan berbicara dalam satu meja,” Ngathong menambahkan.
Chan-ocha, menurut juru bicara itu memberikan tekanan yang sama kepada kedua belah pihak agar kedua belah pihak yang bertikai dapat sama-sama mencari jalan keluar atas krisis yang terjadi di negara mereka. Rencananya pertemuan ini akan dilakukan pada esok hari.
Thida Thavornseth, pemimpin Kaus Merah menyatakan, dirinya senang dengan adanya pertemuan ini. Namun, dirinya tidak bisa memprediksi apakah dalam pertemuan lanjutkan esok akan didapatkan hasil yang menggembirakan.
(esn)