Sensitif, Tragedi MH370 Justru Difilmkan

Senin, 19 Mei 2014 - 15:40 WIB
Sensitif, Tragedi MH370...
Sensitif, Tragedi MH370 Justru Difilmkan
A A A
CANNES-Film fiksi yang mengisahkan tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 dipamerkan di Festival Film Cannes 2014, di Perancis. Film sensitif itu dianggap bertaruh nasib, sebab pesawat tersebut sampai saat ini masih dalam pencarian, dan jika ketemu maka film itu dianggap sia-sia.

Film tentang tragedi MH370 diakui sutradaranya, Rupesh Paul, sebagai proyek yang tidak lazim. Film produksi Vanishing Act karya warga India itu menggambarkan situasi penumpang pesawat yang ketakutan. Film tersebut mengangkat tag line “the untold story of the vanished Malaysian flight” atau cerita di balik lenyapnya pesawat Malaysia.

Pesawat MH370 diklaim Malaysia hilang di Samudera Hindia selatan pada tanggal 8 Maret 2014, setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat itu membawa 239 orang, di mana tujuh di antaranya warga Indonesia.

Sampai saat ini, tidak ada jejak pesawat tipe Boeing 777 tersebut, meski pencarian sudah dilakukan lebih dari dua bulan. Paul mengaku ide pembuatan film tragedi MH370 muncul, setelah dia dihubungi wartawan Malaysia yang bersedia bercerita tentang hilangnya pesawat tersebut.

Wartawan yang namanya dirahasiakan itu menceritakan teori terkait tragedi pesawat MH370. Paul menghabiskan waktu 20 hari untuk membuat skenario dengan akhir cerita berdasarkan teori yang berumber dari wartawan Malaysia itu.

Sedangkan pembuatan film pendek itu menghabiskan waktu enam hari dengan lokasi di Bombay, India. Film yang hendak dirilis Agustus 2014 nanti, menurut Paul telah menghabiskan USD3,5 juta atau sekitar Rp17,1 miliar.

Dalam sebuah wawancara dengan laman Variety, Paul mengaku kerap ditanya banyak orang setelah nekat membuat film tragedi MH370. ”Orang-orang bertanya kepada saya tentang satu hal. Jika Anda mengatakan teori itu, dan tiba-tiba pesawat ditemukan dan itu benar-benar sebaliknya (dari teori yang difilmkan), investasi Anda akan sia-sia,” kata Paul menirukan orang-orang yang mengkritiknya.

“Kami akan bodoh. Itulah tantangan terbesar yang saya hadapi,” katanya bertaruh tentang cerita dengan nasib pesawat MH370. Dia sendiri mengklaim keluarga korban MH370 tidak akan terluka dengan film yang dia buat. ”Secara pribadi jika Anda bertanya kepada saya, saya ingin tahu kebenarannya,” ujarnya seperti dilansir Mirror, kemarin (18/5/2014).
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinvus Triliunan Virus
18 menit yang lalu
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
1 jam yang lalu
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
1 jam yang lalu
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 jam yang lalu
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
5 jam yang lalu
Infografis
CPR, Pertolongan Pertama...
CPR, Pertolongan Pertama pada Tragedi Halloween Itaewon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved