Jelang Pemilu Ukraina, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam

Senin, 19 Mei 2014 - 14:56 WIB
Jelang Pemilu Ukraina,...
Jelang Pemilu Ukraina, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
A A A
KIEV-Kapal perang Amerika Serikat, USS Vella Gulf, dijadwalkan memasuki Laut Hitam pada 23 Mei 2014. Kedatangan kapal perang yang dilengkapi rudal penjelajah itu akan masuk Laut Hitam, dua hari sebelum Pemilu Ukraina digelar 25 Mei 2014.

Kapal perang USS Vella Gulf sejatinya sudah dijadwalkan untuk memasuki Laut Hitam sejak 9 Mei 2014. ”Diharapkan Vella Gulf akan melewati selat Laut Hitam pada 23 Mei 2014. Menurut data yang tersedia, kapal akan melakukan tugas-tugas komando Angkatan Laut AS di bagian timur Laut Hitam,” kata sumber diplomatik AS kepada Itar-Tass, Senin (19/5/2014).

Sumber diplomatik untuk urusan militer AS itu mengatakan, jadwal kapal perang AS yang sedianya masuk Laut Hitam tanggal 9 Mei 2014 ditunda. Dia tidak menjelaskan alasan penundaan itu.

”Kunjungan (kapal) penghancur telah ditunda untuk jangka waktu yang tidak terbatas, tapi kemungkinan akan berlangsung di akhir bulan ini, menjelang pemilihan presiden Ukraina yang dijadwalkan pada 25 Mei nanti,” ujarnya.

Sumber tersebut menegaskan, kehadiran kapal perang AS di Laut Hitam untuk mendukung otoritas baru Ukraina yang saat ini bersitegang dengan Rusia.

Sesuai dengan Konvensi Montreux, kapal militer dari negara-negara non-kawasan, tidak bisa tinggal di Laut Hitam selama lebih dari 21 hari. Jadi, jika kapal perang AS masuk Laut Hitam tanggal 23 Mei 2014, maka kapal perang USS Vella Gulf harus hengkang dari Laut Hitam selambat-lambatnya tanggal 13 Juni 2014. Rusia sempat memprotes kehadiran kapal perang AS di Laut Hitam yang cederung melanggar Konvensi Montreux.

Kapal perang Vella Gulf dilengkapi istem pertahanan rudal balistik jenis rudal Tomahawk. Rudal seperti itu lazim digunakan militer AS ketika berperang di negara-negara Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
3 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
4 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
5 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
7 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved