Jika krisis berlanjut, Miiter Thailand ancam turun tangan
Kamis, 15 Mei 2014 - 19:29 WIB
Jika krisis berlanjut, Miiter Thailand ancam turun tangan
A
A
A
Sindonews.com – Panglima militer Thailand, Jenderal Prayut Chan-O-Cha pada Kamis (15/5/2014) memperingatkan, militer mungkin akan turun tangan dalam menstabilkan krisis yang terjadi di negara mereka. Hal tersebut diutarakan setelah semakin meningkatnya kekerasan politik dalam enam bulan krisis yang terjadi di negeri Gajah Putih tersebut.
Seperti dilansir Channel News Asia, total terdapat 28 orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka selama krisis berlangsung.
"Saya ingin memperingatkan setiap kelompok, terutama mereka yang menggunakan kekerasan dan senjata untuk menyerang warga sipil tak berdosa. Berhenti sekarang, karena jika kekerasan terus berlajut, militer mungkin akan ikut campur untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban," ungkap O-Cha dalam sebuah pernyataan.
“Saya mungkin akan memerintahakan pasukan saya untuk menggukan kekuatan militer penuh, jika peringatan ini tidak ditanggapi. Apabila kondisi semakin memanas dan korban sipil terus berjatuhan, peringatan ini akan menjadi tindakan nyata,” O-Cha menegaskan.
Komentarnya muncul setelah tiga orang tewas dan 20 orang lainnya terluka pada Kamis pagi dalam sebuah serangan bersenjata dan pelemparan granat di kamp demonstran anti - pemerintah di jantung kota Bangkok.
Seperti dilansir Channel News Asia, total terdapat 28 orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka selama krisis berlangsung.
"Saya ingin memperingatkan setiap kelompok, terutama mereka yang menggunakan kekerasan dan senjata untuk menyerang warga sipil tak berdosa. Berhenti sekarang, karena jika kekerasan terus berlajut, militer mungkin akan ikut campur untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban," ungkap O-Cha dalam sebuah pernyataan.
“Saya mungkin akan memerintahakan pasukan saya untuk menggukan kekuatan militer penuh, jika peringatan ini tidak ditanggapi. Apabila kondisi semakin memanas dan korban sipil terus berjatuhan, peringatan ini akan menjadi tindakan nyata,” O-Cha menegaskan.
Komentarnya muncul setelah tiga orang tewas dan 20 orang lainnya terluka pada Kamis pagi dalam sebuah serangan bersenjata dan pelemparan granat di kamp demonstran anti - pemerintah di jantung kota Bangkok.
(esn)