40 tewas dalam serangan udara di Suriah
Kamis, 15 Mei 2014 - 15:24 WIB
40 tewas dalam serangan udara di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya 40 orang dinyatakan tewas, mayoritas dari mereka adalah warga sipil dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan pasukan keamanan Suriah dalam 24 jam terakhir. Demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Kamis (15/5/2014).
Seperti dilansir Reuters, pesawat dari pasukan kemanan Suriah masih kerap melakukan serangan ke wilayah-wilayah yang mereka anggap sebagai lokasi tempat berkumpulnya para pemberontak anti pemerintah.
“Pada Rabu (14/5/2014), lima serangan udara menewaskan 15 orang, termasuk tiga diantaranya adalah tim medis darurat yang sedang bertugas di wilayah Atarib di provinsi Aleppo utara,” ungkap Obeservatorium itu.
Di wilayah yang sama empat pemberontak tewas oleh serangan udara pesawat pasukan kemanan pemerintah. Sementara 21 orang lainnya, termasuk perempuan, tewas dalam serangan udara di provinsi Idlib Sarmada.
Menurut Observatorium tersebut, setidaknya 200 orang tewas di Suriah setiap harinya akibat baku tembak, serangan mortir, bom mobil, ataupun serangan udara. Total setidaknya 150 ribu orang telah meregang nyawa dalam konflik yang sudah berlangsung selama tiga tahun itu.
Seperti dilansir Reuters, pesawat dari pasukan kemanan Suriah masih kerap melakukan serangan ke wilayah-wilayah yang mereka anggap sebagai lokasi tempat berkumpulnya para pemberontak anti pemerintah.
“Pada Rabu (14/5/2014), lima serangan udara menewaskan 15 orang, termasuk tiga diantaranya adalah tim medis darurat yang sedang bertugas di wilayah Atarib di provinsi Aleppo utara,” ungkap Obeservatorium itu.
Di wilayah yang sama empat pemberontak tewas oleh serangan udara pesawat pasukan kemanan pemerintah. Sementara 21 orang lainnya, termasuk perempuan, tewas dalam serangan udara di provinsi Idlib Sarmada.
Menurut Observatorium tersebut, setidaknya 200 orang tewas di Suriah setiap harinya akibat baku tembak, serangan mortir, bom mobil, ataupun serangan udara. Total setidaknya 150 ribu orang telah meregang nyawa dalam konflik yang sudah berlangsung selama tiga tahun itu.
(esn)