Massa pro Rusia tak diundang dalam perundingan di Ukraina
Rabu, 14 Mei 2014 - 22:11 WIB
Massa pro Rusia tak diundang dalam perundingan di Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Ukraina akhirnya menggelar pertemuan yang dinamakan pertemuan meja bundar, Rabu (14/5/2014). Pertemuan ini dilangsungkan dengan tujuan mencari jalan keluar atas krisis yang terus menerus melanda negara mereka.
Pertemuan yang diadakan di bawah pengawasan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) tersebut mengahadirkan pejabat pemerintahan, organisai masyarakat, serta para calon presiden yang akan maju dalam pemilihan 25 mei mendatang.
Namun, seperti dilansir Channel News Asia, massa pro Rusia yang baru saja menggelar referendum di Ukraina timur tidak dihadirkan dalam pertemuan itu. Padahal, sebelumnya Rusia meminta agar mereka dihadirkan bila ingin mendapatkan solusi yang sebenarnya.
Menurut pemerintah Ukraina, massa pro Rusia di Ukraina timur adalah para teroris dan tidak layak untuk diundang dan dihadirkan dalam dialog nasional tersebut. Bagi mereka, tujuan massa pro Rusia tidak lain hanyalah ingin merusak kedaulatan bangsa mereka.
"Kepemimpinan Ukraina terbuka untuk dialog persatuan nasional yang inklusif. Namun, tidak mungkin melibatkan teroris di dalamnya, yang bertujuan untuk menghancurkan, tidak hanya persatuan nasional tetapi juga negara Ukraina,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina.
Pertemuan yang dimoderatori oleh diplomat veteran Jerman, Wolfgang Ischinger, hanyalah pertemuan awal dari banyak pertemuan lainnya yang akan digelar hingga krisis di negara pecahan Uni Soviet itu berakhir.
Pertemuan yang diadakan di bawah pengawasan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) tersebut mengahadirkan pejabat pemerintahan, organisai masyarakat, serta para calon presiden yang akan maju dalam pemilihan 25 mei mendatang.
Namun, seperti dilansir Channel News Asia, massa pro Rusia yang baru saja menggelar referendum di Ukraina timur tidak dihadirkan dalam pertemuan itu. Padahal, sebelumnya Rusia meminta agar mereka dihadirkan bila ingin mendapatkan solusi yang sebenarnya.
Menurut pemerintah Ukraina, massa pro Rusia di Ukraina timur adalah para teroris dan tidak layak untuk diundang dan dihadirkan dalam dialog nasional tersebut. Bagi mereka, tujuan massa pro Rusia tidak lain hanyalah ingin merusak kedaulatan bangsa mereka.
"Kepemimpinan Ukraina terbuka untuk dialog persatuan nasional yang inklusif. Namun, tidak mungkin melibatkan teroris di dalamnya, yang bertujuan untuk menghancurkan, tidak hanya persatuan nasional tetapi juga negara Ukraina,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina.
Pertemuan yang dimoderatori oleh diplomat veteran Jerman, Wolfgang Ischinger, hanyalah pertemuan awal dari banyak pertemuan lainnya yang akan digelar hingga krisis di negara pecahan Uni Soviet itu berakhir.
(esn)