Rusia: NATO manfaatkan krisis Ukraina untuk eksis di dunia

Rabu, 14 Mei 2014 - 17:35 WIB
Rusia: NATO manfaatkan...
Rusia: NATO manfaatkan krisis Ukraina untuk eksis di dunia
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia mengungkap tujuan NATO yang memanfaatkan krisis di Ukraina dengan mengerahkan pasukan, pesawat jet tempur dan berbagai kapal perang di Eropa timur.

Menurut Rusia, gebrakan NATO itu hanya untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka masih eksis.Pernyataan itu disampaikan wakil tetap Rusia di NATO, Alexander Grushko, yang dilansir Itar-Tass, Rabu (14/5/2014).

”Beberapa hari ini, perwakilan NATO telah mengatakan banyak hal, betapa pentingnya bagi aliansi (NATO) untuk membangunkan dari dari tidurnya, dan, dilihat dari antusiasme retorika tentang munculnya ancaman baru di Eropa, NATO berusaha masksimal memanfaatkan krisis Ukraina untuk membuktikan bahwa NATO masih dibutuhkan saat ini,” katanya.

“Tujuan retorika yang disengaja ini sederhana, yakni untuk menghidupkan kembali blok (Barat) itu. Untuk menggalang lebih banyak dana untuk kebutuhan militer. Dan ini membutuhkan musuh,” lanjut Grushko.

Menurutnya, kecurigaan NATO, bahwa Rusia ingin melakukan ekspansi ke Eropa timur menjadi alasan NATO untuk bergerak. ”Basis argumen ini sedang dibangun,” ujarnya. Grushko meyatakan, NATO berupaya membuktikan seolah-olah Rusia sedang menciptakan ancaman baru.

“(Namun) pada saat yang sama, mereka memilih untuk mengabaikan kontribusi negara kita (Rusia) yang telah membunuh permusuhan warisan Perang Dingin dan mengakhiri perlombaan senjata. Jika kebenaran terbukti, Eropa harus berterima kasih kepada Rusia,” lanjut duta Rusia itu.

Sebelum pernyataan Grushko itu muncul, NATO pernah beretorika dengan terang-terangan menyebut Rusia saat ini menjadi musuh mereka.“Kelompok sekutu telah dipaksa untuk mengobati Rusia, karena lebih banyak (terlihat sebagai) musuh daripada pasangan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal NATO, Alexander Vershbow, beberapa waktu lalu. (Baca: NATO: Rusia sekarang jadi musuh!)

Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia yang berusia 61 tahun itu mengatakan, bahwa peran Moskow dalam krisis yang sedang berlangsung di Ukraina telah memaksa NATO untuk mempertimbangkan kembali tindakan di Rusia. Pasukan militer tambahan akan segera dimobilisasi ke wilayah (Ukraina timur) sebagai wilayah yang mengalami ketegangan.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
22 menit yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
1 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
2 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
3 jam yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved