Curahan hati Muslim Australia saat Islam dicap negatif

Rabu, 14 Mei 2014 - 09:35 WIB
Curahan hati Muslim...
Curahan hati Muslim Australia saat Islam dicap negatif
A A A
Sindonews.com – Para warga Muslim Australia mengakui awal mula memeluk agama Islam di negaranya cukup berat. Sebab, selain sebagai agama minoritas, Islam pernah dicap negatif oleh sebagian besar kalangan masyarakat setempat.

Namun, lambat laun pandangan warga Australia terhadap Islam mulai berubah. Mereka kini justru tertarik untuk belajar Islam dan memeluk agama tersebut. Laila Ibrahim, salah satu delegasi Muslim Australia yang belajar Islam di Indonesia mengutarakan curahan hatinya tentang Islam di Australia.

”Tidak ada kesulitan menjadi seorang Muslim di Australia, saya baru memakai hijab satu tahun yang lalu. Awalnya saya pikir akan ada banyak perubahan yang terjadi kepada diri saya, tapi nyatanya tidak ada perubahan, semua berjalan normal seperti biasanya,” kata Laila yang ditemui Sindonews, semalam (13/5/2014). Laila adalah satu dari enam delegasi Muslim Australia yang sedang belajar Islam di Indonesia.

Penuturan Laila dibenarkan oleh teman sejawatnya, Kashif Bouns. Menurut mereka, beberapa tahun lalu, memang agak tidak nyaman untuk memeluk Islam di Australia. Sebab ada sentimen buruk dari masyarakat setempat terhadap agama ini.

”Pada awalnya, orang-orang yang mendengar Islam akan berpikiran negatif. Dalam beberapa tahun ke belakang memang pernah ada sentimen buruk kepada kaum Muslim. Namun, semakin maju Australia, pemikiran warganya pun semakin maju. Kini tidak penting agama atau ras mereka, yang terpenting adalah kontribusi yang mereka berikan,” kata Bouns.

Dia menjelaskan saat ini sudah banyak posisi-posisi strategis di perusahaan-perusahaan di Australia di isi kaum Muslim. Itu menandakan bahwa kaum Muslim di negeri Kanguru tersebut sudah sangat diterima.

”Salah satu contohnya adalah banyak petinggi-petinggi perusahaan di Australia beragama Muslim, pemimpin redaksi Australia Post adalah seorang Muslim. Banyak juga pebisnins sukses yang merupaakan seorang Muslim,” imbuh Bouns.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
1 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
1 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
4 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
5 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
6 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
7 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved