Sinyal yang terdeteksi selama ini diragukan dari MH370
Selasa, 13 Mei 2014 - 15:02 WIB
Sinyal yang terdeteksi selama ini diragukan dari MH370
A
A
A
Sindonews.com -Pencari pesawat Malaysia Airlines MH370 kembali bersiap-siap untuk melanjutkan misi pencarian pesawat yang hilang tersebut, setelah pencarian dua bulan lalu tidak membuahkan hasil.
Mereka kini mulai meragukan, bahwa beberapa sinyal elektronik yang terdeteksi selama ini bukan berasal dari kotak hitam pesawat MH370.
Keraguan itu disampaikan perwira senior Angkatan Laut Australia, James Lybrand. Keraguan tersebut berdasarkan analisis akustik lebih lanjut dari transmisi oleh otoritas Australia selama beberapa pekan terakhir.
Selain sinyal, foto citra satelit juga dia ragukan, sebab setiap kali objek dari citra satelit dilacak yang dtemukan hanya sampah yang megambang di wilayah Samudera Hindia selatan. Lybran, seperti dilansir Wall Street Journal, kemarin (12/5/2014) mengatakan, dari sinyal yang terdeteksi tiga hari mulai tanggal 8 April 2014 diragukan berasal dari perangkat buatan manusia.
Menurutnya, sinyal transmisi yang selama ini terdeteksi lebih rendah dari frekuensi 37,5 kHz yang dirancang pada locator beacon.” Sejauh frekuensi yang terdeteksi antara 27 kHz dan 33 kHz, terjadi lompatan frekuensi yang cukup besar,” kata Lybrand.
Meski diragukan, pihak berwenang Malaysia tetap percaya bahwa sinyal kedua yang terdeteksi pada 5 April 2014, termasuk salah satunya terdeteksi selama 2 jam lebih 20 menit, sesuai dengan sinyal dari kotak hitam MH370. Aparat Malaysia mengklaim, rendahnya frekuensi sinyal yang terdeteksi, karena melemahnya baterai kotak hitam MH370 dan tidak terdeteksi maksimal saat berada di dasar laut.
Tim pencari pesawat MH370 sejatinya juga pernah terkecoh dengan adanya sinyal. Yakni, ketika para pencari pesawat yang menggunakan kapal HMS Echo milik Inggris menemukan sinyal aneh pada April lalu. Ternyata sinyal itu berasal dari kapal Inggis itu sendiri, bukan dari kotak hitam pesawat MH370.
Mereka kini mulai meragukan, bahwa beberapa sinyal elektronik yang terdeteksi selama ini bukan berasal dari kotak hitam pesawat MH370.
Keraguan itu disampaikan perwira senior Angkatan Laut Australia, James Lybrand. Keraguan tersebut berdasarkan analisis akustik lebih lanjut dari transmisi oleh otoritas Australia selama beberapa pekan terakhir.
Selain sinyal, foto citra satelit juga dia ragukan, sebab setiap kali objek dari citra satelit dilacak yang dtemukan hanya sampah yang megambang di wilayah Samudera Hindia selatan. Lybran, seperti dilansir Wall Street Journal, kemarin (12/5/2014) mengatakan, dari sinyal yang terdeteksi tiga hari mulai tanggal 8 April 2014 diragukan berasal dari perangkat buatan manusia.
Menurutnya, sinyal transmisi yang selama ini terdeteksi lebih rendah dari frekuensi 37,5 kHz yang dirancang pada locator beacon.” Sejauh frekuensi yang terdeteksi antara 27 kHz dan 33 kHz, terjadi lompatan frekuensi yang cukup besar,” kata Lybrand.
Meski diragukan, pihak berwenang Malaysia tetap percaya bahwa sinyal kedua yang terdeteksi pada 5 April 2014, termasuk salah satunya terdeteksi selama 2 jam lebih 20 menit, sesuai dengan sinyal dari kotak hitam MH370. Aparat Malaysia mengklaim, rendahnya frekuensi sinyal yang terdeteksi, karena melemahnya baterai kotak hitam MH370 dan tidak terdeteksi maksimal saat berada di dasar laut.
Tim pencari pesawat MH370 sejatinya juga pernah terkecoh dengan adanya sinyal. Yakni, ketika para pencari pesawat yang menggunakan kapal HMS Echo milik Inggris menemukan sinyal aneh pada April lalu. Ternyata sinyal itu berasal dari kapal Inggis itu sendiri, bukan dari kotak hitam pesawat MH370.
(mas)