Tragis, politisi top Spanyol ditembak mati di tempat umum
Selasa, 13 Mei 2014 - 10:24 WIB
Tragis, politisi top Spanyol ditembak mati di tempat umum
A
A
A
Sindonews.com – Isabel Carrasco, 59, seorang politisi top di Spanyol utara ditembak mati di tempat umum. Dua wanita langsung ditangkap, sesaat setelah penembakan terjadi.
Carrasco adalah pimpinan pemerintah provinsi di Leon dan tercatat sebagai anggota Partai Rakyat (PP). Dia ditembak mati saat melintasi jembatan penyeberangan.
Media Spanyol melaporkan, dua perempuan yang ditangkap adalah istri dan putri dari seorang kepala polisi setempat. Insiden itu terjadi setelah baru-baru ini anak kepala polisi dipecat dari pekerjaannya di dewan provinsi.
Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, membantah terlibat dalam serangan mematikan itu. Kematian tragis Carraso memicu sejumlah pihak dari partai oposisi dan partai lainnya untuk berbelasungkawa dan membatalkan acara kampanye yang telah direncanakan sebelumnya.
Carrasco diserang ketika dalam perjalanan ke sebuah pertemuan partai di dekat rumahnya, sekitar pukul 17.20 waktu setempat, kemarin. ”Kami sedang menyelidiki keterlibatan (perempuan) dalam aksi itu,” bunyi pernyataan juru bicara polisi setempat, seperti dikutip BBC, Selasa (13/5/2014).
Dari dua perempuan yang ditangkap, polisi belum menyimpulkan siapa yang menembak Carrasco. Polisi juga masih menyelidiki jenis senjata yang digunakan dalam serangan itu.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menduga, aksi itu dilatarbelakangi oleh dendam pribadi. ”Semuanya menunjuk ke itu, sebagai pembalasan pribadi yang tidak terkait dengan jabatan publik yang bersangkutan,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Para saksi mata mengaku mendengar tembakan hingga lima kali, sebelum akhirnya Carrasco ditemukan tewas. Sesaat setelah kejadian, ratusan orang langung mendekat ke lokasi kejadian.
Carrasco adalah pimpinan pemerintah provinsi di Leon dan tercatat sebagai anggota Partai Rakyat (PP). Dia ditembak mati saat melintasi jembatan penyeberangan.
Media Spanyol melaporkan, dua perempuan yang ditangkap adalah istri dan putri dari seorang kepala polisi setempat. Insiden itu terjadi setelah baru-baru ini anak kepala polisi dipecat dari pekerjaannya di dewan provinsi.
Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, membantah terlibat dalam serangan mematikan itu. Kematian tragis Carraso memicu sejumlah pihak dari partai oposisi dan partai lainnya untuk berbelasungkawa dan membatalkan acara kampanye yang telah direncanakan sebelumnya.
Carrasco diserang ketika dalam perjalanan ke sebuah pertemuan partai di dekat rumahnya, sekitar pukul 17.20 waktu setempat, kemarin. ”Kami sedang menyelidiki keterlibatan (perempuan) dalam aksi itu,” bunyi pernyataan juru bicara polisi setempat, seperti dikutip BBC, Selasa (13/5/2014).
Dari dua perempuan yang ditangkap, polisi belum menyimpulkan siapa yang menembak Carrasco. Polisi juga masih menyelidiki jenis senjata yang digunakan dalam serangan itu.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menduga, aksi itu dilatarbelakangi oleh dendam pribadi. ”Semuanya menunjuk ke itu, sebagai pembalasan pribadi yang tidak terkait dengan jabatan publik yang bersangkutan,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Para saksi mata mengaku mendengar tembakan hingga lima kali, sebelum akhirnya Carrasco ditemukan tewas. Sesaat setelah kejadian, ratusan orang langung mendekat ke lokasi kejadian.
(mas)