Sebut Presiden Korsel pelacur, Korut sangkal kirim drone

Senin, 12 Mei 2014 - 10:55 WIB
Sebut Presiden Korsel...
Sebut Presiden Korsel pelacur, Korut sangkal kirim drone
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Utara (Korut) pada Senin (12/5/2014) membantah tuduhan Amerika Serikat dan Korea Selatan (Korsel), bahwa Pyongyang mengirim pesawat nirawak atau drone untuk memata-matai Seoul.

Tak hanya itu, rezim Korut kembali menyebut Presiden Korsel, Park Geun-hye sebagai “pelacur politik” yang berkomplot dengan Amerika Serikat untuk mendeskreditkan Pyongyang. (Baca: Korut sebut Presiden Park "pelacur", Korsel marah)

”Jika Washington mengindahkan tuduhan anteknya (Korsel), itu sama halnya kakek pikun yang mencoba untuk menghentikan tangisan anak kecil,” tulis Korea Central News Agency (KCNA), mengutip pernyataan juru bicara rezim Pyongyang yang tidak disebut namanya.

Sememntara itu, juru bicara Departemen Pertahanan Korsel, Kim Min – seok, mengecam pernyataan hinaan dari Korut itu. Dia menyesalkan serangan verbal Korut terhadap Presiden Park. ”Korut, apakah itu negara yang nyata? (Negara) itu tidak memiliki hak atau kebebasan manusia. Yang ada hanya untuk menopang satu orang,” kata Kim saat briefing di Seoul, seperti dilansir Reuters.

Sejak akhir Perang Korea tahun 1950-1953, dua Korea itu terus bermusuhan, meski keduanya sudah sepakat untuk gencatan senjata. Belum lama ini, Korut juga melakukan serangan verbal terhadap Presiden Korsel, Park Geun-hye dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Pyongyang menjuluki Park sebagai “pelacur jijik” yang setia kepada Obama yang dijuluki “germo”.

Bahkan, Obama beberapa hari lalu menjadi sasaran serangan verbal media Korut. Di mana Obama disebut seperti “monyet hitam”. Hinaan itu memicu amarah Gedung Putih yang menganggap sebagai pernyataan yang tidak pantas. (Baca juga: Media Korut sebut Obama "monyet hitam", AS marah)

Terkait tuduhan Korut memata-matai Korsel dengan pesawat nirawak atau drone, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pejabat Korsel dan AS. Mereka memeriksa tiga drone yang jatuh di dekat perbatasan Korsel dan Korut akhir Maret 2014. Hasil penyelidikan menyimpulkan ketiga drone merupakan milik rezim Korut.

Namun, Korut membantah tuduhan itu, dan menganggapnya sebagai “sandiwara” untuk mengalihkan kritik publik Korsel terhadap Pemerintah Park soal tragedi kapal feri Sewol yang menewaskan ratusan jiwa.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
15 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved