Akui sambangi Kiev, bos CIA tolak sebut Rusia musuh
Senin, 12 Mei 2014 - 08:49 WIB
Akui sambangi Kiev, bos CIA tolak sebut Rusia musuh
A
A
A
Sindonews.com –Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS), John Brennan, akhirnya mengakui bahwa dia mengunjungi ibukota Ukraina, Kiev, beberapa minggu lalu di saat Rusia dan Ukraina bersitegang. Namun, Brennan menolak menyebut Rusia sebagai musuh.
Dia mengakui menyambangi Kiev pada pertengahan April 2014 lalu. ”Saya ada di luar sana untuk berinteraksi dengan mitra kami di Ukraina, dan rekan-rekan. Saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Kiev dan pergi ke Maidan Square. Serta menyaksikan peringatan orang-orang Ukraina yang berusaha untuk menemukan kebebasan,” ujarnya. (Baca: Gelagat "operasi senyap" intel AS di tanah Ukraina)
Gerakan CIA di Kiev diketahui presiden terguling Ukraina Victor Yanukovych yang merupakan sekutu utama Rusia. Yanukovych menuduh bos CIA itu memiliki misi untuk melakukan tindakan kekerasan kepada para aktivis separatis pro-Rusia di Ukraina timur.
Laman Russia Today, semalam (11/5/2014) melansir pengakuan Brennan itu.”Situasi di Ukraina perlu ditangani, AS ingin orang-orang Ukraina memiliki kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri,” tulis media Rusia itu mengutip pernyataan Brennan.
”Kami, CIA, di sini dapat bekerja dengan mitra kami di Ukraina dan daerah lain untuk memberikan mereka informasi, dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk membawa keamanan dan stabilitas negara mereka,” kata Brennan. (Baca juga: AS tetap rahasiakan misi bos CIA ke Ukraina)
Bos CIA bukanlah satu-satunya pejabat tinggi AS yang menyambangi Kiev. Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia, Victoria Nuland juga diketahui menyambangi Ibukota Ukraina itu sebanyak dua kali pada awal tahun ini. Kunjungan para petinggi AS itu memicu kemarahan Rusia. Moskow menduh Barat ikut campur urusan internal Ukraina.
Terkait ketegangan dengan Rusia, Brennan menolak menyebut Moskow sebagai musuh. Dia justru menganggap Rusia sebagai kekuatan utama.
Dia mengakui menyambangi Kiev pada pertengahan April 2014 lalu. ”Saya ada di luar sana untuk berinteraksi dengan mitra kami di Ukraina, dan rekan-rekan. Saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Kiev dan pergi ke Maidan Square. Serta menyaksikan peringatan orang-orang Ukraina yang berusaha untuk menemukan kebebasan,” ujarnya. (Baca: Gelagat "operasi senyap" intel AS di tanah Ukraina)
Gerakan CIA di Kiev diketahui presiden terguling Ukraina Victor Yanukovych yang merupakan sekutu utama Rusia. Yanukovych menuduh bos CIA itu memiliki misi untuk melakukan tindakan kekerasan kepada para aktivis separatis pro-Rusia di Ukraina timur.
Laman Russia Today, semalam (11/5/2014) melansir pengakuan Brennan itu.”Situasi di Ukraina perlu ditangani, AS ingin orang-orang Ukraina memiliki kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri,” tulis media Rusia itu mengutip pernyataan Brennan.
”Kami, CIA, di sini dapat bekerja dengan mitra kami di Ukraina dan daerah lain untuk memberikan mereka informasi, dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk membawa keamanan dan stabilitas negara mereka,” kata Brennan. (Baca juga: AS tetap rahasiakan misi bos CIA ke Ukraina)
Bos CIA bukanlah satu-satunya pejabat tinggi AS yang menyambangi Kiev. Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia, Victoria Nuland juga diketahui menyambangi Ibukota Ukraina itu sebanyak dua kali pada awal tahun ini. Kunjungan para petinggi AS itu memicu kemarahan Rusia. Moskow menduh Barat ikut campur urusan internal Ukraina.
Terkait ketegangan dengan Rusia, Brennan menolak menyebut Moskow sebagai musuh. Dia justru menganggap Rusia sebagai kekuatan utama.
(mas)