Rakyat Ukraina timur pilih merdeka, AS dan Barat murka

Senin, 12 Mei 2014 - 08:24 WIB
Rakyat Ukraina timur...
Rakyat Ukraina timur pilih merdeka, AS dan Barat murka
A A A
Sindonews.com – Hasil referendum di wilayah Donetsk, Ukraina timur yang digelar kemarin, menyatakan hampir 90 persen rakyat Donetsk ingin mendirikan pemerintah sendiri atau merdeka dari Ukrana.

Hasil referendum itu membuat Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang tergabung dalam Uni Eropa tidak terima. Mereka marah dan mengutuk referendum itu.

Klaim mayoritas rakyat Donetsk ingin merdeka itu disampaikan kepala komisi pemilihan setempat, Roman Lyagin. ”Delapan puluh sembilan persen, itu saja,” kata Lyagin kepada Reuters melalui saluran telepon yang dilansir Senin (12/5/2014).

Donetsk adalah wilayah terbesar di Ukraina timur dan termasuk Kota terbesar di Ukraina setelah Kiev. Referendum itu digelar oleh masyarakat lokal pro-Rusia.

Referendum itu merupakan kejadian yang kedua di Ukraina setelah Crimea yang menggelar lebih dulu pada Maret lalu. Crimea memilih pisah dari Kiev dan bergabung dengan Rusia.

Amerika Serikat (AS) tak terima dengan referendum itu. Mereka menunjukkan survei tandingan dari Pew Research Centre yang menyatakan mayoritas rakyat Ukraina timur yakni sekitar 70 persen menghendaki Ukraina bersatu.

Bill Taylor, mantan duta besar AS untuk Ukraina , mengatakan hasil referendum harus dicemati hati-hati. Dia mengingatkan kejadian seperti Crimea agar tak terulang lagi.

Sementara itu, Uni Eropa terang-terangan tidak mengakui referendum itu. ”Yang disebut referendum di wilayah Luhansk dan Donetsk, daerah yang ilegal dan kita tidak mengakui hasilnya. Itu tidak memiliki legitimasi demokratis,” ujar Maja Kocijancic, juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, melaluai e-mail.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
3 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
4 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
7 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
8 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved