Putin kunjungi Crimea, AS dan Uni Eropa murka
Sabtu, 10 Mei 2014 - 08:53 WIB
Putin kunjungi Crimea, AS dan Uni Eropa murka
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa meluapkan kemarahannya dan mengutuk kunjungan pertama Presiden Rusia Vladimir Putin ke Crimea, kemarin. Itu merupakan kunjungan pertama Putin sejak Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina sekitar Maret lalu.
Departemen Luar Negeri AS menyebut kunjugan Putin itu sebagai tindakan provokatif. ”Crimea milik Ukraina dan kita tidak setuju dengan langkah-langkah ilegal dan tidak sah oleh Rusia dalam hal itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Laura Magnuson, ikut mengutuk tindakan Putin.”Itu hanya untuk memicu ketegangan,” ucapnya seperti dikutip Reuters, Sabtu (10/5/2014).
Maja Kocijancic, juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, mengatakan, Uni Eropa marah dan menyesalkan kunjungan pertama Putin ke Crimea yang menjadi rangkaian parade militer Moskow.
Mosko telah menjuluki pemerintah baru Kiev yang pro-Barat berlabel fasis. Putin sendiri tidak peduli dengan protes keras dari AS dan Uni Eropa atas kunjungan pertamanya ke Crimea. Moskow menganggap Crimea sesuai kehendak rakyat mereka telah menyatakan bergabung dengan Rusia melalui referendum.
“Ada banyak pekerjaan di depan, tapi kami akan mengatasi semua kesulitan itu. Karena kita bersama-sama, yang artinya kita telah menjadi lebih kuat,” kata Putin.
Sementara itu, pihak pemerintah baru Kiev yang berkuasa setelah menggulingkan Viktor Yanukovych (sekutu Rusia) pada bulan Februari 2014 lalu, menolak tuduhan Rusia bahwa pemerintah baru Kiev berlabel fasis dan neo-Nazi.
Departemen Luar Negeri AS menyebut kunjugan Putin itu sebagai tindakan provokatif. ”Crimea milik Ukraina dan kita tidak setuju dengan langkah-langkah ilegal dan tidak sah oleh Rusia dalam hal itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Laura Magnuson, ikut mengutuk tindakan Putin.”Itu hanya untuk memicu ketegangan,” ucapnya seperti dikutip Reuters, Sabtu (10/5/2014).
Maja Kocijancic, juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, mengatakan, Uni Eropa marah dan menyesalkan kunjungan pertama Putin ke Crimea yang menjadi rangkaian parade militer Moskow.
Mosko telah menjuluki pemerintah baru Kiev yang pro-Barat berlabel fasis. Putin sendiri tidak peduli dengan protes keras dari AS dan Uni Eropa atas kunjungan pertamanya ke Crimea. Moskow menganggap Crimea sesuai kehendak rakyat mereka telah menyatakan bergabung dengan Rusia melalui referendum.
“Ada banyak pekerjaan di depan, tapi kami akan mengatasi semua kesulitan itu. Karena kita bersama-sama, yang artinya kita telah menjadi lebih kuat,” kata Putin.
Sementara itu, pihak pemerintah baru Kiev yang berkuasa setelah menggulingkan Viktor Yanukovych (sekutu Rusia) pada bulan Februari 2014 lalu, menolak tuduhan Rusia bahwa pemerintah baru Kiev berlabel fasis dan neo-Nazi.
(mas)