Palestina yakin pembicaraan damai dengan Israel tetap lanjut
Jum'at, 09 Mei 2014 - 20:23 WIB
Palestina yakin pembicaraan damai dengan Israel tetap lanjut
A
A
A
Sindonews.com – Para pemimpin Palestina bersikeras, pembicaraan perdamaian dengan Israel yang saat ini sedang tersendat, masih bisa dilanjutkan. Menurut mereka, pakta persatuan antara Fatah dan Hamas bukanlah halangan untuk melakukan negosiasi.
Kedua faksi Palestina bulan lalu sepakat untuk membentuk pemerintaan bersama, dan mengakhiri konflik tujuh tahun yang membagi kepemimpinan antara Tepi Barat dan Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menanggapi hal itu dengan secara resmi mengakhiri pembicaraan damai.
Berbeda dengan Fatah, Hamas tidak mengakui Israel. Mereka tetap berkomitmen untuk melakukan perlawanan bersenjata terhadap negara Yahudi dan kerap melakukan serangan roket yang wilayah perbatasan.
Namun, seperti dilansir VOA, Jumat (9/5/2014), juru bicara dan pejabat dari kedua sisi (Hamas dan fatah) Palestina sepakat bahwa perundingan damai masih bisa diteruskan, bahkan dengan kehadiran Hamas.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas sendiri menegaskan, kesepakatan persatuan tidak akan mengakhiri pembicaraan damai dengan Israel. Bulan lalu, ia berjanji pemerintah persatuan akan mematuhi persetujuan di masa lalu, termasuk menyangkal kekerasan dan mengakui negara Israel.
“Pemerintahan Palestina bersatu akan membuat kesepakatan perdamaian jauh lebih mudah, pembicaraan bisa diberlakukan baik di Tepi Barat dan Gaza,” ungkap Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Kedua faksi Palestina bulan lalu sepakat untuk membentuk pemerintaan bersama, dan mengakhiri konflik tujuh tahun yang membagi kepemimpinan antara Tepi Barat dan Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menanggapi hal itu dengan secara resmi mengakhiri pembicaraan damai.
Berbeda dengan Fatah, Hamas tidak mengakui Israel. Mereka tetap berkomitmen untuk melakukan perlawanan bersenjata terhadap negara Yahudi dan kerap melakukan serangan roket yang wilayah perbatasan.
Namun, seperti dilansir VOA, Jumat (9/5/2014), juru bicara dan pejabat dari kedua sisi (Hamas dan fatah) Palestina sepakat bahwa perundingan damai masih bisa diteruskan, bahkan dengan kehadiran Hamas.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas sendiri menegaskan, kesepakatan persatuan tidak akan mengakhiri pembicaraan damai dengan Israel. Bulan lalu, ia berjanji pemerintah persatuan akan mematuhi persetujuan di masa lalu, termasuk menyangkal kekerasan dan mengakui negara Israel.
“Pemerintahan Palestina bersatu akan membuat kesepakatan perdamaian jauh lebih mudah, pembicaraan bisa diberlakukan baik di Tepi Barat dan Gaza,” ungkap Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
(esn)