Ragu Moskow tarik pasukan, Rusia sebut bos NATO buta
Kamis, 08 Mei 2014 - 15:55 WIB
Ragu Moskow tarik pasukan, Rusia sebut bos NATO buta
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia meledek Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen, karena meyakini pasukan tempur Rusia masih siaga di perbatasan Ukraina. Kementerian Luar Negeri Rusia terang-terangan menyebut pimpinan NATO itu “buta”.
Ledekan dari Rusia itu dipicu tweet yang ditulis pada akun Twitter Rasmussen. Isinya, Rasmussen menyatakan, bahwa dia tidak melihat ada tanda-tanda Rusia menarik pasukan tempurnya dari perbatasan Ukraina. (Baca: Rusia klaim tarik pasukan tempur dari perbatasan Ukraina)
Padahal, Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah menegaskan pasukan tempur Rusia sudah ditarik dan tidak ada lagi pasukan tempur Rusia di perbatasan Ukraina. Putin juga telah menyerukan kepada para wakil separatis pro-Moskow di Ukraina timur untuk menunda referendum kemerdekaan.
Kicauan pimpinan NATO itu menyinggung pihak Rusia. ”Untuk mereka(NATO), melihatlah dengan mata, kami sarankan agar mengikuti pernyataan Presiden Putin tangggal 7 Mei 2014,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia dalam akun Twitter-nya untuk merespon kicauan pemimpin NATO, Kamis (8/5/2014).
Putin, seperti dikutip Reuters, sudah menegaskan bahwa pihaknya sudah menarik pasukan tempurnya dari perbatasan Ukraina. Langkah itu untuk mendukung penciptaan dialog nasional antara pihak berwenang Ukraina di Kiev dan kelompok separatis pro-Moskow di Ukraina timur. ”Kami selalu diberitahu bahwa pasukan kami di perbatasan Ukraina menjadi perhatian,” kata Putin.
”Kami telah menarik mereka (pasukan Rusia). Hari ini, mereka tidak berada di perbatasan Ukraina, mereka berada di tempat di mana mereka melakukan tugas-tugas rutinnya, yakni pelatihan,” lanjut Putin.
Rasmussen yang sedang lawatan ke Polandia saat pengumuman dari Putin itu disampaikan, telah merespons.”Rusia harus hidup sesuai dengan komitmen internasional, berhenti mendukung separatis dan menarik kembali pasukannya dari perbatasan (Ukraina), sehingga solusi politik dapat ditemukan,” ujar Rasmussen. (Baca juga: Putin minta kemerdekaan Ukraina timur ditunda, Kiev tak puas)
Ledekan dari Rusia itu dipicu tweet yang ditulis pada akun Twitter Rasmussen. Isinya, Rasmussen menyatakan, bahwa dia tidak melihat ada tanda-tanda Rusia menarik pasukan tempurnya dari perbatasan Ukraina. (Baca: Rusia klaim tarik pasukan tempur dari perbatasan Ukraina)
Padahal, Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah menegaskan pasukan tempur Rusia sudah ditarik dan tidak ada lagi pasukan tempur Rusia di perbatasan Ukraina. Putin juga telah menyerukan kepada para wakil separatis pro-Moskow di Ukraina timur untuk menunda referendum kemerdekaan.
Kicauan pimpinan NATO itu menyinggung pihak Rusia. ”Untuk mereka(NATO), melihatlah dengan mata, kami sarankan agar mengikuti pernyataan Presiden Putin tangggal 7 Mei 2014,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia dalam akun Twitter-nya untuk merespon kicauan pemimpin NATO, Kamis (8/5/2014).
Putin, seperti dikutip Reuters, sudah menegaskan bahwa pihaknya sudah menarik pasukan tempurnya dari perbatasan Ukraina. Langkah itu untuk mendukung penciptaan dialog nasional antara pihak berwenang Ukraina di Kiev dan kelompok separatis pro-Moskow di Ukraina timur. ”Kami selalu diberitahu bahwa pasukan kami di perbatasan Ukraina menjadi perhatian,” kata Putin.
”Kami telah menarik mereka (pasukan Rusia). Hari ini, mereka tidak berada di perbatasan Ukraina, mereka berada di tempat di mana mereka melakukan tugas-tugas rutinnya, yakni pelatihan,” lanjut Putin.
Rasmussen yang sedang lawatan ke Polandia saat pengumuman dari Putin itu disampaikan, telah merespons.”Rusia harus hidup sesuai dengan komitmen internasional, berhenti mendukung separatis dan menarik kembali pasukannya dari perbatasan (Ukraina), sehingga solusi politik dapat ditemukan,” ujar Rasmussen. (Baca juga: Putin minta kemerdekaan Ukraina timur ditunda, Kiev tak puas)
(mas)