AS sebut ulah Beijing di Laut China Selatan sudah berbahaya
Kamis, 08 Mei 2014 - 12:34 WIB
AS sebut ulah Beijing di Laut China Selatan sudah berbahaya
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyuarakan keprihatinan atas konflik maritim di Laut China Selatan yang kembali memanas. AS menyalahkan China atas insiden tabrakan kapal Beijing dengan kapal Vietnam di wilayah sengketa itu.
Tabrakan kapal terjadi saat kapal Vietnam mencoba untuk mencegah China untuk mendirikan sebuah rig atau peralatan pengeboran minyak di dekat kepulauan Paracel, wilayah di Laut China Selatan yang jadi sengketa antara Beijing dan negara-negara lain di Asia Tenggara. (Baca: Konflik memanas, kapal China dan Vietnam bertabrakan)
Departemen Luar Negeri AS menyebut ulah Beijing untuk membangun sebuah rig minyak di wilayah sengketa sebagai tindakan provokatif.
”Tindakan sepihak ini tampaknya menjadi bagian dari pola yang lebih luas dari perilaku China untuk memajukan klaimnya atas wilayah sengketa dengan cara yang merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” ucap juru bicara departemen luar negeri AS, Jen Psaki dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BBC, Kamis (8/5/2014).
“Kami juga sangat prihatin tentang perilaku berbahaya dan intimidasi oleh kapal-kapal yang beroperasi di daerah ini,” lanjut Psaki yang menyerukan semua pihak yang bersengketa untuk mengoperasikan kapal secara profesional dan aman.
Insiden tabrakan kapal itu terjadi di dekat kepulauan Paracel, wilayah di Laut China Selatan yang dikuasai Beijing, namun juga diklaim oleh Vietnam. Vietnam menuduh kapal-kapal China sengaja menabrak kapal Vietnam, di mana enam awak kapal terluka.
Sementara itu, China angkat bicara soal tuduhan tersebut. Menurut pihak Beijing wilayah kepulauan itu milik mereka, dan tindakan Vietnam telah menganggu dan melanggar wilayah kedaulatan Beijing. (Baca juga: Kapal disergap polisi Filipina di laut sengketa, China marah)
Tabrakan kapal terjadi saat kapal Vietnam mencoba untuk mencegah China untuk mendirikan sebuah rig atau peralatan pengeboran minyak di dekat kepulauan Paracel, wilayah di Laut China Selatan yang jadi sengketa antara Beijing dan negara-negara lain di Asia Tenggara. (Baca: Konflik memanas, kapal China dan Vietnam bertabrakan)
Departemen Luar Negeri AS menyebut ulah Beijing untuk membangun sebuah rig minyak di wilayah sengketa sebagai tindakan provokatif.
”Tindakan sepihak ini tampaknya menjadi bagian dari pola yang lebih luas dari perilaku China untuk memajukan klaimnya atas wilayah sengketa dengan cara yang merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” ucap juru bicara departemen luar negeri AS, Jen Psaki dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BBC, Kamis (8/5/2014).
“Kami juga sangat prihatin tentang perilaku berbahaya dan intimidasi oleh kapal-kapal yang beroperasi di daerah ini,” lanjut Psaki yang menyerukan semua pihak yang bersengketa untuk mengoperasikan kapal secara profesional dan aman.
Insiden tabrakan kapal itu terjadi di dekat kepulauan Paracel, wilayah di Laut China Selatan yang dikuasai Beijing, namun juga diklaim oleh Vietnam. Vietnam menuduh kapal-kapal China sengaja menabrak kapal Vietnam, di mana enam awak kapal terluka.
Sementara itu, China angkat bicara soal tuduhan tersebut. Menurut pihak Beijing wilayah kepulauan itu milik mereka, dan tindakan Vietnam telah menganggu dan melanggar wilayah kedaulatan Beijing. (Baca juga: Kapal disergap polisi Filipina di laut sengketa, China marah)
(mas)