Hamas gantung & tembak mati 2 mata-mata Israel
Kamis, 08 Mei 2014 - 11:15 WIB
Hamas gantung & tembak mati 2 mata-mata Israel
A
A
A
Sindonews.com - Dua warga Palestina dieksekusi mati di Jalur Gaza oleh aparat otoritas Hamas pada Kamis (8/3/2014). Keduanya dituduh sebagai mata-mata Israel.
Satu orang dieksekusi dengan cara digantung. Satu lagi dieksekusi oleh regu tembak. Kedua warga Israel itu dituduh membantu angkatan bersenjata Israel untuk melakukan operasi mematikan di wilayah Palestina.
“Orang yang dikutuk itu, salah satunya digantung dan lainnya ditembak oleh regu tembak. (Mereka) bekerja untuk pendudukan (Israel) dengan memberikan informasi yang menyebabkan kemartiran warga (Palestina),” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Hamas, seperti dilansir Arab News.
Sejak Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007, setidaknya 19 tahanan telah dieksekusi. Sebanyak 10 orang dari mereka dikenai tuduhan sebagai mata-mata Israel.
Hamas menolak untuk mengakui negara Israel dan menyerukan untuk penghancuran negara Yahudi itu. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas tentang eksekusi dua warga Palestina yang dituduh sebagai mata-mata Israel.
Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Hamas, dua warga itu melakukan penghianatan dengan memberikan informasi yang digunakan Israel untuk membom Gaza dan membunuh warga Palestina. Kementerian itu mengklaim, kedua orang tersebut sudah diberi hak untuk menunjuk pengacara sebelum eksekusi mati dijatuhkan.
Satu orang dieksekusi dengan cara digantung. Satu lagi dieksekusi oleh regu tembak. Kedua warga Israel itu dituduh membantu angkatan bersenjata Israel untuk melakukan operasi mematikan di wilayah Palestina.
“Orang yang dikutuk itu, salah satunya digantung dan lainnya ditembak oleh regu tembak. (Mereka) bekerja untuk pendudukan (Israel) dengan memberikan informasi yang menyebabkan kemartiran warga (Palestina),” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Hamas, seperti dilansir Arab News.
Sejak Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007, setidaknya 19 tahanan telah dieksekusi. Sebanyak 10 orang dari mereka dikenai tuduhan sebagai mata-mata Israel.
Hamas menolak untuk mengakui negara Israel dan menyerukan untuk penghancuran negara Yahudi itu. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas tentang eksekusi dua warga Palestina yang dituduh sebagai mata-mata Israel.
Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Hamas, dua warga itu melakukan penghianatan dengan memberikan informasi yang digunakan Israel untuk membom Gaza dan membunuh warga Palestina. Kementerian itu mengklaim, kedua orang tersebut sudah diberi hak untuk menunjuk pengacara sebelum eksekusi mati dijatuhkan.
(mas)