Putin minta kemerdekaan Ukraina timur ditunda, Kiev tak puas
Kamis, 08 Mei 2014 - 08:35 WIB
Putin minta kemerdekaan Ukraina timur ditunda, Kiev tak puas
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Rusia,Vladimir Putin, menyerukan kelompok separatis pro-Moskow di Ukraina timur menunda referendum untuk merdeka atau pisah dari Ukraina. Seruan itu muncul beberapa hari sebelum referendum digelar Minggu (11/5/2014) nanti.
”Kami menyerukan kepada wakil-wakil dari Ukraina timur dan tenggara pendukung federasi untuk menunda referendum (kemerdekaan) yang direncanakan digelar 11 Mei 2014,” kata Putin, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/5/2014).
Menurutnya, penundaan referendum itu untuk menciptakan kondisi yang mendukung dialog nasional antara pihak berwenang Ukraina di Kiev dan kubu separatis pro-Moskow.
Kendati demikian, Putin juga medesak operasi militer yang dilakukan pasukan Ukraina di wilayah timur dihentikan.
”Rusia percaya bahwa krisis, yang berasal dari Ukraina adalah kesalahan orang-orang yang mengorganisir kudeta di Kiev pada tanggal 22-23 Februari dan masih tidak peduli untuk melucuti senjata sayap kanan dan elemen ultra nasionalis,” ujarnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatseniuk, belum puas dengan seruan Putin. Dia minta Putin menyerukan kepada kelompok separatis pro-Moskow agar referendum dibatalkan, bukan ditunda.
Rencana referendum kemeredekaan itu juga membuat Amerika Serikat (AS) yang komitmen mendukung Ukraina, gerah. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menolak upaya referendum dan menyebutnya sebagai rekayasa palsu dari kelompok pro-Rusia. (Baca: Ukraina timur ingin merdeka, Amerika gerah)
”Kami menyerukan kepada wakil-wakil dari Ukraina timur dan tenggara pendukung federasi untuk menunda referendum (kemerdekaan) yang direncanakan digelar 11 Mei 2014,” kata Putin, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/5/2014).
Menurutnya, penundaan referendum itu untuk menciptakan kondisi yang mendukung dialog nasional antara pihak berwenang Ukraina di Kiev dan kubu separatis pro-Moskow.
Kendati demikian, Putin juga medesak operasi militer yang dilakukan pasukan Ukraina di wilayah timur dihentikan.
”Rusia percaya bahwa krisis, yang berasal dari Ukraina adalah kesalahan orang-orang yang mengorganisir kudeta di Kiev pada tanggal 22-23 Februari dan masih tidak peduli untuk melucuti senjata sayap kanan dan elemen ultra nasionalis,” ujarnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatseniuk, belum puas dengan seruan Putin. Dia minta Putin menyerukan kepada kelompok separatis pro-Moskow agar referendum dibatalkan, bukan ditunda.
Rencana referendum kemeredekaan itu juga membuat Amerika Serikat (AS) yang komitmen mendukung Ukraina, gerah. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menolak upaya referendum dan menyebutnya sebagai rekayasa palsu dari kelompok pro-Rusia. (Baca: Ukraina timur ingin merdeka, Amerika gerah)
(mas)