Peres: Nentahyahu tolak kesepakatan damai 2011 dengan Palestina
Rabu, 07 Mei 2014 - 19:11 WIB
Peres: Nentahyahu tolak kesepakatan damai 2011 dengan Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Israel, Shimon Peres mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada tahun 2011 telah membatalkan kesepakatan damai yang telah ia capai dengan pemimpin Palestina.
Seperti dilansir Maan News, Rabu (7/5/2014), Peres mengaku pada tahun 2011 lalu dia diam-diam bernegosiasi dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas. Itu bukan pertama kalinya pembicaraan rahasia antara Peres dan pemimpin Palestina telah terungkap.
Peres mengatakan, dia dan Abbas telah merampungkan draft kesepakatan dalam serangkaian pertemuan rahasia di Yordania, tapi rancangan itu ditolak oleh pemerintah yang condong kepada Netanyahu.
"Kami telah melalui semua poin dan perjanjian sudah siap. Namun, Netanyahu mengatakan kepada saya untuk menunggu beberapa hari karena ia berpikir bahwa Tony Blair (mantan PM Inggris) bisa mendapatkan tawaran yang lebih baik," ungkap Peres.
Saat itu, Blair merupakan utusan perdamaian Timur Tengah dari kuartet Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat. "Hari-hari berlalu dan tidak ada tawaran yang lebih baik (dari Blair)," peres menambahkan.
Seperti dilansir Maan News, Rabu (7/5/2014), Peres mengaku pada tahun 2011 lalu dia diam-diam bernegosiasi dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas. Itu bukan pertama kalinya pembicaraan rahasia antara Peres dan pemimpin Palestina telah terungkap.
Peres mengatakan, dia dan Abbas telah merampungkan draft kesepakatan dalam serangkaian pertemuan rahasia di Yordania, tapi rancangan itu ditolak oleh pemerintah yang condong kepada Netanyahu.
"Kami telah melalui semua poin dan perjanjian sudah siap. Namun, Netanyahu mengatakan kepada saya untuk menunggu beberapa hari karena ia berpikir bahwa Tony Blair (mantan PM Inggris) bisa mendapatkan tawaran yang lebih baik," ungkap Peres.
Saat itu, Blair merupakan utusan perdamaian Timur Tengah dari kuartet Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat. "Hari-hari berlalu dan tidak ada tawaran yang lebih baik (dari Blair)," peres menambahkan.
(esn)